Ilustrasi Virus Korona. Foto : AFP.
Ilustrasi Virus Korona. Foto : AFP.

Lima Berita Ekonomi Terpopuler, Virus Korona sampai Krakatau Steel

Ekonomi Berita Menarik Ekonomi Sepekan
Arif Wicaksono • 02 Februari 2020 14:36
Jakarta: Lima berita terpopuler ekonomi merajai pemberitaan pada pekan ini. Di antaranya dari penyebaran virus korona hingga aksi yang dilakukan perusahaan pelat merah. Berita itu menjadi perhatian pembaca dalam sepekan ini.
 
Medcom.id merangkum berita virus korona menjadi perhatian karena dampaknya yang besar kepada perekonmian global dan Indonesia. Selain itu, aksi korporasi yang dilakukan BUMN Krakatau Steel juga menarik perhatian pembaca. Lima artikel itu terangkum dalam ulasan di bawah ini.
 
1. Menteri ESDM Bantah Naikkan Harga LPG 3 Kg

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan tidak ada rencana untuk mencabut dan menaikkan harga subsidi liquified petroleum gas (LPG) tabung tiga kilogram (kg). Hal ini sekaligus menjawab keresahan masyarakat terhadap isu tersebut.
 
Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Arifin menegaskan tidak pernah ada pernyataan resmi mengenai hal tersebut. Menurut dia, kabar yang berkembang di masyarakat merupakan keliru.
 
Baca berita lengkapnya di sini.
 
2. Krakatau Steel Bakal Fokus Benahi Kinerja Operasional
 
PT Krakatau Steel Tbk akan memantapkan kinerja operasional pasca-dirampungkannya restrukturisasi utang USD2 miliar. Hal itu dikatakan Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim dengan cara mengelompokan serta mengkaji ulang jenis bisnis mana yang menguntungkan.
 
Sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir, Silmy mengatakan, bisnis Krakatau Steel kedepannya akan sesuai dengan bisnis inti perusahaan. "Arahan Pak Menteri, kita itu fokusnya di baja, tentunya steel related product. Pokoknya yang berhubungan dengan baja," ucapnya.
 
Baca berita lengkapnya di sini.
 
3. Dampak Akibat Virus Korona Lebih Besar dari SARS
 
Jumlah kasus korona di Tiongkok tercatat sudah melebihi infeksi saluran pernapasan berat atau SARS. Hal ini diprediksi dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih parah dibandingkan epidemi SARS yang terjadi pada 2002-2003.
 
Butuh lebih dari enam bulan bagi SARS untuk menginfeksi 5.000 manusia di Tiongkok Daratan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, ada 5.327 kasus SARS antara 1 November 2002 dan 31 Juli 2003.
 
Sementara pada kasus korona, hanya butuh satu bulan virus ini menginfeksi hampir 5.000 orang. Virus ini pertama kali dilaporkan di Wuhan, Tiongkok pada 31 Desember 2020.
 
Baca berita lengkapnya di sini.
 
4. Perombakan Direksi ASABRI
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran direksi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau ASABRI (Persero) sudah tepat.
 
Ia mengatakan demikian walaupun perombakan direksi ini dilakukan saat perusahaan asuransi pelat merah itu menjadi sorotan publik. Mulai dari penurunan aset perusahaan sampai dugaan korupsi di tubuh ASABRI.
 
"Ya sudah tepat lah," kata Luhut singkat di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 30 Januari 2020.
 
Baca berita lengkapnya di sini.
 
5. Virus Korona Bikin 86 Penerbangan Bali-Tiongkok Dibatalkan
 
Sebanyak 86 penerbangan yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dengan berbagai bandara di Tiongkok dibatalkan sejak 13 Januari 2019. Pembatalan ini terkait penyebaran virus korona baru (novel Coronavirus/nCov).
 
Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Arie Ahsanurrohim menjelaskan bahwa sekitar 11 ribu orang hingga 12 ribu penumpang pesawat batal terbang dengan 86 penerbangan yang dibatalkan tersebut.
 
Ia mengatakan, berdasarkan catatan di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, penumpang rute Tiongkok, baik kedatangan maupun keberangkatan secara keseluruhan dari 13-30 Januari 2020 terdapat pertumbuhan yang sangat tipis.
 
Baca berita lengkapnya di sini.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif