Keberhasilan program amnesti pajak akan memperbaiki kredibilitas fiskal pemerintah (Foto:Dok.BCA)
Keberhasilan program amnesti pajak akan memperbaiki kredibilitas fiskal pemerintah (Foto:Dok.BCA)

Serial Tax Amnesty: Keberhasilan Tax Amnesty Berpotensi Naikkan Peringkat Indonesia

M Studio • 03 Oktober 2016 10:31
medcom.id, Jakarta: Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's (S&P) diestimasi akan menaikkan peringkat Indonesia ke level layak investasi atau investment grade. Kenaikan peringkat ini akan terjadi apabila Tax Amnesty yang dijalankan pemerintah berhasil.
 
Philip Wee, Ekonom Senior DBS Group Research, dalam risetnya yang berjudul IDR—Towards Further Resilience yang dirilis Kompas, mengungkapkan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi kelihatannya masih menghadapi tantangan karena terbatasnya ruang untuk menaikkan defisit anggaran. Meskipun sejak September tahun lalu sudah 13 paket kebijakan yang dikeluarkan.
 
Salah satu andalan program pemerintah dalam jangka pendek untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah program amnesti pajak. Tax Amnesty ditargetkan dapat menarik dana repatriasi hingga Rp1.000 triliun atau sekitar USD75 miliar.

Selain untuk meningkatkan penerimaan negara dan membiayai proyek infrastruktur, keberhasilan program amnesti pajak sekaligus akan memperbaiki kredibilitas fiskal pemerintah. Menurut dia, peringkat utang Indonesia bisa naik ke level investment grade dari Standard & Poor’s. Hal itu juga dapat menjaga daya tahan rupiah terhadap terpaan volatilitas global dan kenaikan suku bunga AS.
 
Seperti diketahui, S&P belum memberikan peringkat investment grade kepada Indonesia pada Juni 2016. S&P masih enggan menaikkan peringkat Indonesia karena mempertimbangkan kinerja fiskal yang masih belum menunjukkan perbaikan.
 
S&P dalam keterangan resminya mengungkapkan alasan, bahwa kinerja instrumen fiskal atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pemerintah belum begitu membaik. Namun, S&P memuji kerangka penyusunan instrumen fiskal Indonesia. Oleh karena itu, S&P masih mempertahankan peringkat Indonesia pada level BB+ dengan prospek positif.
 
Seharusnya, kerangka penyusunan instrumen fiskal Indonesia bisa meningkatkan kualitas belanja pemerintah dan pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi sesuai ekspektasi. "Namun, performa fiskal belum membaik untuk secara siklus dan struktural," tulis S&P.
 
S&P menekankan jika kerangka fiskal yang sudah disusun pemerintah mampu diiringi dengan perbaikan performa fiskal, dengan penurunan defisit anggaran dan jumlah pinjaman, tidak menutup kemungkinan peringkat Indonesia akan naik.
 
Sumber: Website BCA Prioritas
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan