Presiden Joko Widodo saat melepas 120 unit Isuzu Traga untuk diekspor ke Filipina, Kamis, 12 Desember 2019. MI/Ramdani.
Presiden Joko Widodo saat melepas 120 unit Isuzu Traga untuk diekspor ke Filipina, Kamis, 12 Desember 2019. MI/Ramdani.

Presiden Targetkan Ekspor Otomotif Capai 1 Juta Unit pada 2024

Ekonomi isuzu target ekspor ekspor-impor
Damar Iradat • 12 Desember 2019 12:01
Karawang: Presiden Joko Widodo menargetkan ekspor produk otomotif mencapai satu juta unit pada 2024. Indonesia baru mengekspor 300 ribu unit produk otomotif per tahun.
 
"Saya minta sampaikan kepada seluruh keluarga besar otomotif, 2024 minimal satu juta unit harus keluar dari Indonesia," kata Jokowi saat melepas ekspor perdana Isuzu Traga di Pabrik Isuzu Karawang Plant, Karawang, Kamis, 12 Desember 2019.
 
Jokowi mengatakan pendapatan dari ekspor otomotif mencapai USD8 miliar per tahun. Kepala Negara menargetkan pemasukan hingga USD24 miliar per tahun pada 2024.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengapresiasi langkah Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) yang mengekspor mobil Isuzu Traga ke Filipina. Presiden melepas 120 unit mobil untuk diekspor.
 
"Tadi disampaikan, target 6.000 unit kendaraan untuk akhir 2020 dan akan terus ditingkatkan," jelasnya.
 
IAMI juga menargetkan memperluas wilayah ekspor hingga 20 negara dalam jangka waktu tiga tahun. Negara tujuan ekspor itu meliputi Asia Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Afrika.
 
"Ini yang diharapkan oleh pemerintah. Ekspor kita semakin meningkat, semakin terus naik. Yang pada ujungnya kita harap CAD (current account deficit) kita mengecil dan semakin neraca dagang juga bisa surplus," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
 
Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia Jap Ermando Demily mengatakan Filipina menjadi negara tujuan pertama ekspor 6.000 unit Isuzu Traga hingga akhir 2020. Ekspor itu diprediksi menyumbang devisa sebesar USD66 juta per tahun.
 
Ekspor Isuzu Traga sudah mendapatkan Fasilitas Pembebasan KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor). KITE merupakan salah satu fasilitas Menteri Keuangan yang pelaksanaannya dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
 
"Dengan menggunakan fasilitas ini, impor bahan baku yang diolah, dirakit, dipasang pada barang dan hasil produksinya akan diekspor tidak dipungut bea masuk dan PPn Impor," ujar Jap.
 

 

(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif