Jembatan Holtekamp yang membentang di atas Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Provinsi Papua - - Foto: dok Kementerian PUPR
Jembatan Holtekamp yang membentang di atas Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Provinsi Papua - - Foto: dok Kementerian PUPR

4 Proyek Infrastruktur Hasil Investasi Sukuk Negara

Ekonomi infrastruktur investor Kementerian Keuangan sukuk ritel
Ilham wibowo • 29 Agustus 2020 18:18
Jakarta: Kontribusi investor lokal dalam pembelian sukuk negara berhasil mendorong pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Setidaknya ada 10 proyek infrastruktur yang berhasil digarap dengan sumber pendanaan dari produk investasi syariah.
 
Berikut empat penjabaran proyek infrastruktur hasil investasi sukuk negara dikutip dari situs resmi Kementerian Keuangan, Sabtu, 29 Agustus 2020.

1. Jembatan Youtefa

Jembatan di Teluk Youtefa, Provinsi Papua diresmikan pada Oktober 2019. Jembatan tersebut menghubungkan kawasan utama Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami.
 
Proyek ini dibiayai dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara sebesar Rp1,3 triliun dan kontribusi dana APBD Provinsi Papua dan Kota Jayapura sebesar Rp500 miliar. Proses pendanaan dilaksanakan melalui skema Multi Years Contract (MYC) 2015-2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jembatan tersebut mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) lantaran menghubungkan Holtekamp-Hamadi dengan panjang rentang jembatan 1332 meter, jalan akses jembatan sepanjang 9.950 meter, serta lebar jalan 16 meter.
 
Kehadiran infrastruktur ini mempersingkat waktu tempuh dari Kota Jayapura ke perbatasan Papua Nugini dari 2,5 jam menjadi satu jam. Selain menjadi sarana penghubung antar wilayah, jembatan ini juga menjadi objek wisata baru.
 
2. UIN Sunan Gunung Jati
 
Infrastruktur yang didanai sukuk negara juga menyasar sektor pendidikan seperti pembangunan gedung perkuliahan UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. SBSN membiayai pembangunan Gedung Ruang Kuliah Bersama dan Gedung Laboratorium Terintegrasi MIPA dengan anggaran sebesar Rp30 miliar pada 2019.
 
Pembangunan gedung perkuliahan di UIN Sunan Gunung Djati tersebut sudah dilakukan sejak 2016. Saat itu, alokasi SBSN sebesar Rp40,72 miliar untuk membiayai pembangunan Gedung Perkuliahan Kampus II dan di 2017 untuk pembangunan Gedung PascaSarjana sebesar Rp45,72 miliar.
 
 
Halaman Selanjutnya
3. Asrama Haji Embarkasi Medan…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif