Gedung OJK. Foto: dok MI/Ramdani.
Gedung OJK. Foto: dok MI/Ramdani.

Jalan Pintas OJK Meringankan Beban Nasabah di Masa Pandemi

Ekonomi OJK Kredit Pemulihan Ekonomi Nasional
Desi Angriani • 26 Oktober 2020 11:18
 

Belum maksimal? Restrukturisasi kredit perlu diperpanjang

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menilai aktivitas bisnis di sentra-sentra UMKM mulai menggeliat seiring pesatnya angka penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang mencapai Rp56 triliun di semester I-2020.
 
KUR tersebut disalurkan ke dua juta nasabah, dengan 59,3 persen di antaranya merupakan sektor produksi. Angka ini setara dengan 47 persen dari target penyaluran KUR yang di-breakdown pemerintah kepada BRI pada 2020 sebesar Rp120,2 triliun.
 
"Sebagai gambaran, April dan Mei lalu fokus aktivitas tenaga pemasar mikro BRI, yakni 80 persen restrukturisasi kredit dan sisanya 20 persen ekspansi kredit. Memasuki Juni, kondisinya mulai berbalik menjadi 76 persen ekspansi kredit dan restrukturisasi kredit hanya sebesar 24 persen," katanya dalam keterangan resmi, Jumat, 7 Agustus 2020 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sayangnya kebijakan keringanan kredit ini belum dinikmati oleh seluruh pelaku UMKM. Sebab, hanya kelompok tertentu yang memiliki jaminan mampu bertahan diberikan skema relaksasi maksimal.
 
Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Muhammad Ikhsan mengatakan pengajuan relaksasi kredit masih sulit dilakukan. Pasalnya, peraturan yang dirilis bersifat ambigu untuk sebagian kecil pelaku UMKM.
 
"Peraturan OJK ini sebenarnya kebijakan yang pro UMKM tapi sayangnya turunannya banyak yang tidak clear. Harusnya wajib dan ada keberpihakan tapi bahasanya kan tidak begitu hanya dapat atau bisa,” ujar Ikhsan, dikutip dalam program Hot Room Metro TV, 4 Agustus 2020.
 
Serupa, Wakil Ketua Umum Kadin Suryani SF Motik menilai idealnya seluruh pelaku UMKM mendapatkan kesempatan yang sama untuk memanfaatkan fasilitas keringanan pembayaran kredit, baik melalui skema perpanjangan tenor maupun subsidi bunga.
 
Meski demikian, UMKM masih memerlukan akses pinjaman lunak agar relaksasi pembayaran kredit berjalan optimal.
 
"Oke pemerintah sudah meminta perbankan bisa restrukturisasi pembayaran bunga prinsipal, tapi kenyataannya begitu bicara sama bank, banknya tidak bisa mengeksekusi karena belum terintegrasi," kata Suryani kepada Medcom.id, Senin, 4 Mei 2020.
 
 
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif