Ilustrasi. Foto: Antara/Aprilio Akbar
Ilustrasi. Foto: Antara/Aprilio Akbar

Restrukturisasi Pinjaman Leasing Capai Rp176,33 Triliun

Ekonomi OJK Kredit Kendaraan
Husen Miftahudin • 27 Agustus 2020 14:05

 
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso juga mengungkapkan realisasi restrukturisasi kredit di industri perbankan. Hingga 10 Agustus 2020, nilai restrukturisasi kredit yang sudah direalisasikan industri perbankan mencapai sebanyak Rp837,64 triliun. Keringanan kredit ini diberikan kepada 7,18 juta nasabah dari 100 bank.
 
Dari jumlah itu, sebanyak Rp353,17 triliun di antaranya diberikan kepada 5,73 juta debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sementara sebanyak 1,44 juta debitur lainnya merupakan debitur non-UMKM dengan total saldo pokok plafon pinjaman perjanjian kredit (baki debet) yang direstrukturisasi senilai Rp484,47 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami dapat sampaikan bahwa kebijakan restrukturisasi kredit ini, baik di perbankan maupun di Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) ini berjalan dengan baik," tegas dia.
 
Selain itu, sambung Wimboh, restrukturisasi juga dilakukan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Bank Wakaf Mikro (BWM). OJK melaporkan bahwa sebanyak 32 LKM sudah merestrukturisasi nilai pinjaman sebesar Rp20,79 miliar. Sementara ada 13 BWM dengan nilai restrukturisasi sebesar Rp1,73 miliar.
 
"Dapat kami sampaikan bahwa yang kita lakukan restrukturisasi ini kita terapkan dengan treatment khusus, sementara dikategorikan lancar. Kami juga menyambut baik yang sejak Juni kemarin nasabah-nasabah kita yang sudah direstrukturisasi dibangkitkan kembali oleh berbagai kebijakan pemerintah," urai Wimboh.
 
Menurutnya kebijakan-kebijakan seperti subsidi bunga hingga tambahan modal kerja yang dijamin pemerintah, baik untuk UMKM maupun korporasi, dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional di tengah meluasnya dampak pandemi covid-19 di Indonesia.
 
"Ke depan ini harus terus kita lakukan sosialisasi, berbicara dengan para pelaku termasuk para perbankan, baik di pusat maupun daerah agar bagaimana ini cepat bisa tersalurkan semua insentif-insentif ini dan akhirnya para pengusaha bisa bangkit," tutup Wimboh.
 
(DEV)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif