Bendera Jepang (REUTERS/Toru Hanai)
Bendera Jepang (REUTERS/Toru Hanai)

Aktivitas Manufaktur Jepang di Laju Tercepat di Desember 2016

Angga Bratadharma • 04 Januari 2017 15:39
medcom.id, Tokyo: Aktivitas manufaktur Jepang tumbuh pada laju tercepat dalam satu tahun pada Desember 2016 karena pesanan yang meningkat. Hal itu menjadi petanda yang menggembirakan bahwa ekonomi Jepang mulai kembali mendapatkan momentum untuk tumbuh lebih maksimal.
 
Mengutip Reuters, Rabu 4 Januari, Final Markit/Nikkei Jepang Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) mengalami kenaikan menjadi 52,4 pada Desember 2016 disesuaikan secara musiman atau lebih tinggi dari pembacaan awal 51,9 dan 51,3 pada akhir November lalu.
 
Indeks tetap di atas ambang 50 yang memisahkan ekspansi dari kontraksi untuk bulan keempat berturut-turut dan aktivitas menunjukkan diperluas di laju tercepat sejak Desember 2015. Komponen hasil akhir dari indeks PMI juga naik ke tertinggi satu tahun menjadi 53,8 pada Desember dari 52,4 pada November. Pembacaan awal untuk Desember adalah 53,1.

Baca: BoJ Mulai Pertimbangkan untuk Naikkan Suku Bunga Acuan
 
Indeks akhir order baru, yang mengukur permintaan domestik dan eksternal, mengalami kenaikan ke posisi tertinggi satu tahun dari 53,2, versus awal 52,8 dan 51,1 di bulan sebelumnya. Sebagian besar lonjakan permintaan tampaknya dalam bentuk perintah domestik, meski responden survei melaporkan kenaikan penjualan ke Eropa, Tiongkok dan Amerika Utara.
 
Baca: Pemerintah Jepang Upgrade Penilaian Ekonomi Keseluruhan
 
Ekspor Jepang, output pabrik dan belanja konsumen baru-baru ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan, menawarkan beberapa harapan bagi para pembuat kebijakan untuk berjuang menarik ekonomi keluar dari stagnasi.
 
Baca: BoJ Mulai Bahas Kemungkinan Kenaikan Suku Bunga Acuan
 
Di sisi lain, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan pemulihan ekonomi Jepang akan terus menjadi prioritas utama di 2017 ini. Pemerintah Jepang terus berupaya memperkuat pondasi perekonomian agar tidak mengalami stagnasi di tengah ketidakpastian ekonomi dunia sekarang ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan