Mengutip Reuters, Senin 26 Desember, BoJ menggeser target dari kecepatan mencetak uang untuk suku bunga di bawah kerangka kerja baru yang diadopsi pada September. Ini merupakan panduan suku bunga jangka pendek pada minus 0,1 persen dan imbal hasil 10 tahun obligasi pemerintah sekitar nol persen.
Namun bank sentral mempertahankan kebijakan longgar sehingga akan terus membeli obligasi pemerintah agar keseimbangan kepemilikannya meningkat pada laju tahunan sebesar 80 triliun yen (USD682 miliar), kemungkinan dimaksudkan untuk menenangkan anggota dewan yang berpendapat bahwa pencetakan uang membantu meningkatkan ekspektasi inflasi.
Baca: Pemerintah Jepang Upgrade Penilaian Ekonomi Keseluruhan
Pada pertemuan kebijakan dua hari yang berakhir pada 1 November, salah satu anggota dewan mengatakan kebijakan mengenai jumlah pembelian obligasi bisa secara bertahap akan mengalami kejatuhan akibat BoJ berupaya mencapai target imbal hasil dengan pembelian yang lebih sedikit.
.jpg)
Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda (REUTERS/Toru Hanai)
Namun beberapa anggota dewan lainnya bersikeras bahwa bank sentral perlu mempertahankan kebijakan karena menghapus kebijakan itu bisa mengirim 'sinyal yang salah ke pasar dengan membuatnya tampak seolah-olah BoJ sedang mempertimbangkan untuk memperuncing pembelian aset'.
Baca: BoJ Mulai Pertimbangkan untuk Naikkan Suku Bunga Acuan
Perdebatan menyoroti kesenjangan yang cukup lama di pandangan antara sembilan anggota dewan gubernur di BoJ selama kerangka kebijakan baru. Gubernur Haruhiko Kuroda mengatakan BoJ dapat memperlambat pembelian obligasi jika dapat memenuhi target imbal hasilnya saat membeli obligasi lebih sedikit.
Baca: BoJ Mulai Bahas Kemungkinan Kenaikan Suku Bunga Acuan
Tapi pendukung pencetakan uang yang agresif, seperti Deputi Gubernur BoJ Kikuo Iwata, mengatakan bahwa BoJ harus fokus pada pembelian obligasi besar-besaran bahkan di bawah suku bunga baru target kerangka kebijakan baru. Pada pertemuan 1 November, BoJ tetap memperluas stimulus meski mendorong kembali jangka waktu untuk memukul target inflasi dua persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News