Dengan tingkat inflasi yang masih belum mencapai angka dua persen dan adanya perubahan kerangka kebijakan maka BoJ tidak terburu-buru untuk menaikkan imbal hasil obligasi 10 tahun. Bahkan, BoJ melihat setiap pembicaraan yang dilakukan mengenai beberapa langkah jangka panjang atas perekonomian Jepang.
Tapi bank sentral lebih terbuka untuk mendiskusikan ide dan mungkin merenungkan untuk menaikkan target suku bunga pada awal tahun depan -jika suku bunga jangka panjang terus meningkat- yang mencerminkan peningkatan yang jelas dalam perekonomian, orang-orang yang akrab dengan pemikiran bank mengatakan.
Baca: BoJ Perpanjang Fasilitas Pinjaman hingga Maret 2017
"Fokus tahun depan bagi BoJ mungkin tidak tentang menaikkan target imbal hasil obligasinya. Ada kemungkinan untuk BoJ mengangkat target suku bunga sebelum inflasi menyentuh angka dua persen. Meski, ambang batas untuk melakukannya akan cukup tinggi," kata salah satu orang tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (16/12/2016).
%20di%20Tokyo%2C%20Jepang%20(REUTERS%20Toru%20Hanai).jpg)
Pria berjalan menuju Gedung Bank of Japan (BoJ) di Tokyo, Jepang (REUTERS/Toru Hanai)
Sebelumnya, BoJ diperkirakan akan menahan untuk memperluas stimulus meski sekali lagi harus mendorong kembali waktu untuk memukul target inflasi, memberikan sinyal akan tetap mempertahankan kebijakan. Namun kondisi itu menjadi pengecualian jika ada kejutan berat yang mengancam perbaikan ekonomi Jepang.
Baca: Uni Eropa dan Jepang Terus Bahas Kesepakatan Perdagangan Bebas
Upaya BoJ yang menjaga kondisi itu menjadi gambaran bahwa ekonomi terbesar ketiga di dunia itu akan memperluas secara moderat karena kinerja ekspor dan tingkat konsumsi mengalami kelesuan. Sejauh ini, Jepang terus berusaha melakukan perbaikan dan mencapai inflasi dua persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News