Gedung Bank of Japan (REUTERS/Yuriko Nakao)
Gedung Bank of Japan (REUTERS/Yuriko Nakao)

BoJ Perpanjang Fasilitas Pinjaman hingga Maret 2017

Angga Bratadharma • 15 Desember 2016 07:21
medcom.id, Tokyo: Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan memperpanjang batas waktu untuk program pinjaman kepada industri karena ada potensi pertumbuhan dan berdampak positif terhadap aktivitas perekonomian secara keseluruhan. Hal itu juga untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengangkat negara dari dekade pertumbuhan yang lemah.
 
Sembilan anggota dewan BoJ akan membuat keputusan baik di ulasan di minggu depan atau pada pertemuan kebijakan berikutnya di Januari. Adapun langkah semacam ini dilakukan untuk menghentikan pertumbuhan ekonomi yang lemah. Dalam hal ini, BoJ terus berupaya melalui instrumen moneter mengakselerasi perekonomian.
 
BoJ memiliki tiga skema pinjaman murah untuk lembaga keuangan -salah satu yang bertujuan untuk meningkatkan pinjaman bank untuk industri dengan potensi pertumbuhan-, termasuk kepada bank yang beroperasi di wilayah yang terkena gempa, dan program ini menawarkan pinjaman empat tahun dengan suku bunga nol persen kepada bank yang meningkatkan kinerja.

Baca: BoJ Dinilai Perlu Terus Jaga Pelonggaran Kebijakan
 
Bank sentral diatur untuk memperpanjang batas waktu sampai Maret 2017 untuk program ini mengingat permintaan yang solid dari lembaga keuangan, kata sumber-sumber. "Program ini diterima dengan baik oleh bank, sehingga tidak ada banyak alasan untuk menghentikan mereka," kata salah satu sumber, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/12/2016).
 
Baca: Harga Grosir Jepang Turun 2,2% di November
 
BoJ telah memperpanjang tenggat waktu untuk program ini beberapa kali, biasanya sekitar setahun, untuk mendorong lembaga keuangan menekan risiko dan mengalihkan uang dari obligasi pemerintah yang safe haven ke dalam pinjaman.
 
Skema yang terpisah dari program pembelian aset utama BoJ dijuluki 'kuantitatif dan kualitatif pelonggaran atau Quantitative and Qualitative Easing' (QQE), di mana hal itu memompa uang ke dalam perekonomian melalui pembelian obligasi pemerintah dan aset berisiko.
 
Baca: Jepang Rombak Data Ekonomi untuk Tingkatkan Akurasi
 
Untuk mendorong bank menggunakan program pinjaman maka BoJ membebaskan dana yang diperoleh dari skema bunga negatif 0,1 persen untuk kelebihan cadangan bagi lembaga keuangan ke bank sentral.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan