"Kami akan menempatkan prioritas tertinggi pada perekonomian. Kami akan terus menembak tiga anak panah dari kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan strategi pertumbuhan untuk mengalahkan deflasi," kata Abe, dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/1/2017).
Sebelumnya, Pemerintah Jepang melakukan upgrade penilaian ekonomi secara keseluruhan yang memberikan pandangan bahwa Bank of Japan (BoJ) lebih optimistis dalam sebuah tanda ekonomi yang mantap. Tentu kondisi semacam ini diharapkan benar-benar tercapai dan nantinya memberi efek positif bagi gerak ekonomi dunia.
Baca: BoJ Dinilai Tidak Setuju Mengenai Ukuran Pembelian Obligasi
Selain itu, Pemerintah Jepang juga meningkatkan pandangannya tentang pengeluaran rumah tangga, kinerja ekspor dan sentimen bisnis. Bahkan, Pemerintah Jepang menyatakan pola pikir konsumen mulai membaik dan ekspor ke Asia mulai terlihat pulih.
%20di%20Tokyo%2C%20Jepang%20(REUTERS%20Toru%20Hanai).jpg)
Pria berjalan menuju Gedung Bank of Japan (BoJ) di Tokyo, Jepang (REUTERS/Toru Hanai)
Penilaian cerah dari pemerintah datang sehari setelah BoJ mempertahankan kebijakan moneter yang stabil dan upgrade pandangannya terhadap perekonomian, mengatakan ekspor dan output akan mengambil alih dalam perekonomian Jepang.
Baca: BoJ Mulai Bahas Kemungkinan Kenaikan Suku Bunga Acuan
Seperti bank sentral, Pemerintah Jepang merevisi pandangan pada konsumsi swasta, dianggap sebagai titik lemah untuk ekonomi terbesar ketiga di dunia. Pemerintah melakukan upgrade penilaian ini untuk pertama kalinya dalam tiga bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News