Ilustrasi logo FAO. Foto: AFP/Vincenzo Pinto.
Ilustrasi logo FAO. Foto: AFP/Vincenzo Pinto.

Miris! 3 Miliar Orang Tak Mampu Beli Makanan Sehat

Ekonomi pangan global pangan Ketahanan Pangan makanan sehat FAO
Ade Hapsari Lestarini • 24 November 2021 21:27
Jakarta: Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organization (FAO) memaparkan sekitar tiga miliar orang, hampir 40 persen dari populasi dunia, tidak mampu membeli makanan sehat.
 
Sementara satu miliar orang lainnya akan bergabung dengan barisan ini, jika kejadian tak terduga lebih lanjut mengurangi pendapatan mereka hingga sepertiga.
 
Melansir laman United Nations (UN), Rabu, 24 November 2021, laporan FAO 2021 State of Food and Agriculture (SOFA) bertema Making Agrifood Systems More Resilient to Shocks and Stresses menyatakan, tanpa persiapan yang tepat, guncangan yang tidak terduga akan terus merusak sistem ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laporan tersebut mendefinisikan guncangan ini sebagai peristiwa jangka pendek yang memiliki efek negatif pada sistem, kesejahteraan masyarakat, aset, mata pencaharian, keselamatan, dan kemampuan untuk menahan guncangan di masa depan.

Lebih tahan banting

FAO menekankan perlunya negara-negara untuk membuat sistem mereka lebih tahan terhadap guncangan yang datang tiba-tiba, seperti pandemi covid-19, yang memainkan peran besar dalam lonjakan kelaparan global terbaru.
 
Pada acara peluncuran virtual, Direktur Jenderal FAO QU Dongyu mengatakan, pandemi menyoroti ketahanan dan kelemahan sistem pertanian pangan dunia.
 
Sistem pangan pertanian -jaringan aktivitas yang terlibat dalam produksi produk pertanian pangan dan nonpangan serta penyimpanan, pemrosesan, transportasi, distribusi, dan konsumsinya- menghasilkan 11 miliar ton pangan per tahun dan mempekerjakan miliaran orang, secara langsung atau tidak langsung.
 
UN menggarisbawahi pentingnya memperkuat kapasitas mereka untuk menanggung guncangan, termasuk peristiwa cuaca ekstrem dan lonjakan penyakit dan hama tanaman dan hewan.
 
Sementara produksi pangan dan rantai pasokan secara historis rentan terhadap iklim ekstrem, konflik bersenjata, atau kenaikan harga pangan global, frekuensi dan tingkat keparahan guncangan ini terus meningkat.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif