Monde Nissin perusahaan yang memproduksi mi instan Lucky Me! terbesar di Filipina. Foto: AFP/Joel Guinto.
Monde Nissin perusahaan yang memproduksi mi instan Lucky Me! terbesar di Filipina. Foto: AFP/Joel Guinto.

Suami Orang Indonesia, Ini Gurita Bisnis Monde Nissin

Ade Hapsari Lestarini • 03 Juni 2021 16:28
 

Masa depan tanpa daging

Ketika Monde Nissin membeli Marlow Foods dan merek Quorn pada 2015, mantan CEO Quorn Kevin Brennan mengatakan kesepakatan itu adalah bagian dari upaya memperluas merek ini ke Asia. Barang-barang bebas daging Quorn saat ini tersedia di Filipina, Singapura, Korea, dan Thailand, tetapi pasar asalnya di Inggris masih menyumbang 76 persen dari penjualan Quorn.
 
Monde Nissin mengatakan akan menginvestasikan kira-kira sepertiga dari hasil IPO ke merek Quorn untuk meningkatkan produksi, meningkatkan produk, dan memajukan R&D menjadi barang-barang baru yang bebas daging.
 
Juru bicara Monde Nissin menuturkan, ekspansi Quorn di Asia, adalah kisah jangka panjang yang akan menjadi fokus (lebih besar) dalam beberapa tahun. Dalam mendorong ke Asia, Quorn akan memiliki banyak persaingan dari merek global seperti Impossible Foods dan Beyond Meat, yang terakhir meluncurkan kemitraan dengan KFC dan Starbucks di Filipina.

Startup teknologi makanan besar juga mempertaruhkan klaim mereka dan menyesuaikan produk bebas daging dengan selera regional. Shiok Meats dari Singapura membuat udang budi daya 'siu mai'. Sementara OmniFoods memproduksi OmniPork 'babi' cincang, keduanya pun populer di seluruh Asia.
 
Jajaran produk Quorn saat ini masih berorientasi pada konsumen Barat dengan produk seperti lasagna tanpa daging dan filet tanpa ikan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)
Read All


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan