Pekerja mengawasi pengoperasian mesin kilang minyak di Tuban, Jawa Timur. (Ilustrasi FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Pekerja mengawasi pengoperasian mesin kilang minyak di Tuban, Jawa Timur. (Ilustrasi FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Jalan di Tempat, Pertamina Diminta Bangun Kilang Tuban

Ekonomi kilang tuban
Annisa ayu artanti • 09 November 2016 17:37
medcom.id, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku sudah lama tidak ada kemajuan pembangunan kilang baru atau new grass root refinary (NGRR) Bontang. Maka dari itu, pemerintah berencana menugaskan PT Pertamina (Persero).
 
Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan pembangunan kilang Bontang saat ini masih dalam pembahasan. Rencananya BUMN pelat merah sektor energi yakni Pertamina akan ditugaskan untuk meneruskan pembangunannya.
 
"Kilang lagi dibahas, kalau bisa ditugaskan ke Pertamina," kata Jonan, di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (9/11/2016).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kilang Tuban Beroperasi, Kurangi Impor BBM 30%
 
Jonan menjelaskan, alasan pemerintah menunjuk Pertamina karena sudah dua tahun pembangunan kilang Bontang jalan di tempat. Sehingga, dipilihlah Pertamina untuk mempercepat proyek pembangunan kilang tersebut.
 
"Kelamaan dua tahun tidak jalan-jalan. (Keuangan Pertamina) Mampu kok," ujar Jonan.
 
Setelah diberikan penugasan ke Pertamina, mantan menteri perhubungan ini menuturkan Pertamina dapat langsung mencari partner kerja sama dalam pembangunan tersebut.
 
"(Dikasih ke Pertamina) Bisa cepat. Nanti pemilihan partner dikasih waktu 3-6 bulan cari partner," pungkas Jonan.
 
Baca: Rosneft Janjikan Pembangunan Kilang Tuban Lebih Cepat Setahun
 
Sebelumnya, pada konferensi pers kuartal III-2016, Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Rachmad Hardadi mengatakan, perseroan tinggal menunggu surat resmi pemerintah yang menyatakan penunjukkan langsung kepada perseroan untuk membangun kilang Tuban. Pertamina juga sudah siap melakukan beauty contest untuk memilih partner pembangunan tersebut.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif