PT Pertamina (Persero) dan Rosneft menandatangani kerangka kerja sama (framework agreement) pembangunan Grass Root Refinery (GRR) Tuban, Jawa Timur. MTVN/Husen Mth.
PT Pertamina (Persero) dan Rosneft menandatangani kerangka kerja sama (framework agreement) pembangunan Grass Root Refinery (GRR) Tuban, Jawa Timur. MTVN/Husen Mth.

Rosneft Janjikan Pembangunan Kilang Tuban Lebih Cepat Setahun

Ekonomi kilang tuban
Annisa ayu artanti • 26 Mei 2016 21:31
medcom.id, Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan pembangunan kilang minyak Tuban, Jawa Timur dapat dipercepat hingga satu tahun berkat kerja sama dengan Rosneft, perusahaan negara asal Rusia. Target onstream kilang yang tadinya pada 2022 bisa dipercepat menjadi 2021.
 
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan Rosneft menawarkan untuk melakukan share knowledge untuk desain kilang tersebut. Dalam desain tersebut Rosneft menjanjikan percepatan pembangunan kilang dapat dilakukan lebih cepat satu tahun.
 
"Rosneft juga tawarkan share yang pada beberapa kebutuhan knowledge termasuk desain di Kilang Baru tuban bisa dipercepat 7 sampai 12 bulan," kata Dwi di Kantor Pertamina Pusat, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Kamis (26/5/2016).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Rosneft Janjikan Pembangunan Kilang Tuban Lebih Cepat Setahun
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto
 
Dwi menjelaskan, percepatan pembangunan kilang ini sudah mengikuti arahan presiden Joko Widodo yang minta pembangunan Kilang Tuban dipercepat. Perseroan juga telah membicarakannya kepada Rosneft.
 
"Ini menindaklanjuti arahan presiden untuk audiency Rosneft kami juga sudah sepakat dengan Rosneft. Kita ingin mempercepat," jelas Dwi.
 
Dwi juga menuturkan peletakan batu pertama, studi kelayakan, serta joint venture akan dilakukan di 2016. Kemudian, pada tahun selanjutnya, akan dilakukan kegiatan engineering dan groundbreaking secara fisik. Sehingga pada 2018, Engineering Procurement Contract (EPC) dapat dilakukan.
 
"Dan kalau kita lihat tiga sampai empat tahun proyek ini akan selesai, 2021 kita sudah bisa onstream," ujar Dwi.
 
Dalam pembangunan kilang ini, Rosneft akan memasok minyak mentah de‎ngan porsi sebesar 45 persen sedangkan sisanya 55 persen. Kapasitas kilang Tuban ini diperkirakan mencapai 300.000 barel per hari dengan produksi gasoline sekitar 45 persen, diesel 30 sampai 35 persen, dan 15 persen untuk petrochemical.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif