Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menyebutkan negosiator dari Uni Eropa Michel Barnier mengutarakan kemungkinan keluarnya Inggris dari UE mencapai 90 persen usai keputusan Theresa May untuk mengeluarkan isu perbatasan Irlandia sebagai persyaratan keluarnya Inggris dari UE.
Baca Juga: Indeks Saham Indonesia Siap Melesat
"Hal tersebut menurunkan ketidakpastian atas ekonomi Eropa dan memperkuat mata uang kedua negara. Rupiah hari ini kemungkinan menguat seiring melemahnya indeks USD tersebut. Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp15.150 hingga Rp15.200 per USD," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018.
Baca Juga: Rupiah Pagi "Gigit Jari" di Rp15.200/USD
Di sisi lain, indeks saham Eropa melemah tipis di akhir perdagangan Jumat 19 Oktober setelah komisioner ekonomi Uni Eropa (UE) mengatakan belum ada keputusan terkait rancangan anggaran Italia yang kontroversial. Para investor memantau beberapa isu politik di kawasan itu Jumat pagi.
Baca Juga: Perbankan Inggris Siap Antisipasi Skenario Terburuk Brexit
Pemerintah Italia mempertahankan prioritas anggaran 2019 setelah Komisi Eropa mengirimkan surat kepada Menteri Ekonomi Giovanni Tria. Uni Eropa berpendapat rencana-rencana keuangan Italia adalah pelanggaran berat terhadap ketentuan anggaran UE. Italia harus merespons dan menjawab surat tersebut pada Senin waktu setempat.
Baca Juga: Emas Antam Pancarkan Kemilau di Awal Pekan
Dari dalam negeri, Samuel Research Team mengungkapkan, sempat menguat hingga 0,29 persen pada awal sesi II, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu menghadapi tekanan sehingga harus mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan pelemahan 0,14 persen di level 5.837.
Baca Juga: Harga Emas Dunia "Terbang" Lebih Tinggi
"Nilai transaksi tercatat Rp6,5 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan hari sebelumnya senilai Rp5,3 triliun. Investor asing kembali membukukan jual bersih dengan nilai Rp255 miliar," ungkap Samuel Research Team.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News