Perbankan Inggris Siap Antisipasi Skenario Terburuk Brexit

Angga Bratadharma 22 Oktober 2018 13:01 WIB
brexitekonomi inggris
Perbankan Inggris Siap Antisipasi Skenario Terburuk Brexit
Ilustrasi (FOTO: AFP)
London: Gubernur Bank of England (BoE) Mark Carney mengungkapkan sistem perbankan Inggris siap untuk menangani skenario terburuk dari dampak Brexit atau keputusan Inggris keluar dari keanggotaan Uni Eropa. Dalam hal ini, bank sentral Inggris siap menjaga dari sisi moneter dan keuangan agar Brexit tidak menimbulkan efek negatif.

"Tanpa mengurangi rasa hormat Brexit, Bank of England tidak fokus pada hasil. Tetapi (Fokus) adanya konsekuensi kemungkinan tidak teraturnya jalan keluar dari tebing dari Uni Eropa. Namun, tidak mungkin itu terjadi. Hasil yang paling mungkin adalah kesepakatan dan transisi yang mulus," kata Carney, seperti  dikutip dari CNBC, Senin, 22 Oktober 2018.

Carney berbicara ketika United Kigdom dan Uni Eropa sedang berusaha menyelesaikan syarat-syarat pemisahan yang disetujui pemilih pada 2016. Meski ia meyakini Brexit dilakukan dengan gangguan yang minim pada sistem keuangan, tetapi ia khawatir Uni Eropa tidak memiliki solusi maksimal untuk menjaga potensi masalah yang datang dari bank sentral Inggris.

Untuk bank sentral Inggris, Carney menegaskan, pihaknya telah melakukan tes stres yang intens untuk mempersiapkan perceraian yang berantakan. Hal itu dianggap Carney menjadi penting guna menekan sejumlah risiko yang datang dan menghantam sistem keuangan Inggris ketika Brexit tidak sesuai harapan.

"Dalam penilaian kami, tes stres kami tahun lalu cukup berat untuk mencakup berbagai risiko makroekonomi dan keuangan yang dapat dikaitkan dengan probabilitas Brexit rendah yang tidak teratur," kata Carney.

Sebagaimana Carney berbicara, Perdana Menteri Inggris Theresa May menyatakan harapan untuk pembicaraan Brexit dan mengatakan kepada para pemimpin bisnis bahwa politisi Uni Eropa berharap untuk membuat kesepakatan bersama pada musim gugur ini.

"Perdana menteri berbicara selama sekitar 10 menit dan nada pesannya cukup optimistis. Dia mengatakan dia percaya bahwa para pemimpin Eropa sangat berkomitmen pada kesepakatan musim gugur ini. Dia mengatakan tujuannya adalah guna menyelesaikan ini pada November," mengutip sumber yang akrab dengan isi panggilan itu.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id