Indeks Saham Indonesia Siap Melesat
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Indeks-indeks acuan Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat lalu. Musim pelaporan kinerja keuangan kuartal ketiga ini terlihat cukup kuat sejauh ini. Dengan lebih dari 15 persen perusahaan S&P 500 yang telah merilis kinerjanya, sebanyak 83 persen di antaranya melampaui perkiraan analis, menurut data FactSet.

Sementara itu, Samuel Research Team mengungkapkan, bursa saham Eropa melemah tipis di akhir perdagangan Jumat 19 Oktober setelah komisioner ekonomi Uni Eropa (UE) mengatakan belum ada keputusan terkait rancangan anggaran Italia yang kontroversial. Para investor memantau beberapa isu politik di kawasan itu Jumat pagi.

Pemerintah Italia mempertahankan prioritas anggaran 2019 setelah Komisi Eropa mengirimkan surat kepada Menteri Ekonomi Giovanni Tria. Uni Eropa berpendapat rencana-rencana keuangan Italia adalah pelanggaran berat terhadap ketentuan anggaran UE. Italia harus merespons dan menjawab surat tersebut pada Senin waktu setempat.

Dari dalam negeri, lanjut Samuel Research Team, sempat menguat hingga 0,29 persen pada awal sesi II, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu menghadapi tekanan sehingga harus mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan pelemahan 0,14 persen di level 5.837.

"Nilai transaksi tercatat Rp6,5 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan hari sebelumnya senilai Rp5,3 triliun. Investor asing kembali membukukan jual bersih dengan nilai Rp255 miliar," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018.

Lebih lanjut, hingga tahun berjalan investor asing masih membukukan jual bersih Rp56,5 triliun. Pada Senin ini, Samuel Research Team memprediksi IHSG menguat namun terbatas. "Rilis kinerja keuangan 9M18 masih akan mewarnai pergerakan bursa. EIDO dan rupiah tercatat menguat tipis," pungkas Samuel Research Team.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id