Hilirisasi nikel diyakini bisa tarik investor luar negeri. Foto: AFP
Hilirisasi nikel diyakini bisa tarik investor luar negeri. Foto: AFP

Peraturan Hilirisasi Nikel Jadi Daya Tarik bagi Investor Asing

Ekonomi investor nikel Hilirisasi Industri
Suci Sedya Utami • 14 Oktober 2020 20:24
Jakarta: Kebijakan hilirisasi minerba yang ditetapkan pemerintah Indonesia, terutama nikel, langsung mendapat respon positif dari investor luar negeri.
 
Dua produsen electric vehicle (EV) battery untuk kendaraan listrik terbesar dunia yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari Tiongkok dan LG Chem Ltd asal Korea mengisyaratkan akan bergabung dengan proyek investasi senilai USD20 miliar lebih dalam pengembangan rantai pasokan nikel di Tanah Air.
 
Selama ini Indonesia dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel terbesar dunia yang menguasai 27 persen kebutuhan pasar global. Nikel merupakan bahan baku utama EV Battery.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan dengan kehadiran investasi asing untuk menunjang program nasional, maka akan menciptakan aspek keberlanjutan yang terus berkembang dan semakin menguatkan daya saing Indonesia dalam mendukung ketahanan energi nasional.
 
"Ini sebuah angin segar. Usaha Indonesia yang memiliki kekayaan tambang berlimpah untuk melakukan hilirisasi industri minerba langsung mendapat respons bagus dari investor asing. Ini bukti bahwa kebijakan Indonesia sudah tepat," kata Erick dalam keterangan resminya, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Apalagi, saat ini BUMN melalui Mining Industry Indonesia (MIND ID) telah menguasai cadangan nikel terbesar di Indonesia pascamenuntaskan divetasi 20 persen saham PT Vale Indonesia (PTVI) yang memiliki aset nikel terbaik.
 
Dengan masuknya MIND ID ke struktur kepemilikan saham PTVI, maka BUMN akan memiliki akses strategis untuk mengamankan pasokan bahan baku untuk kepentingan hilirisasi nikel, baik menjadi stainless steel maupun untuk baterai kendaraan listrik.
 
Dalam hilirisasi nikel, konsorsium perusahaan BUMN yang terdiri dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang merupakan anak usaha MIND ID, PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) akan membentuk holding PT Indonesia Battery. Nantinya holding tersebut akan menggandeng mitra untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV).
 
"Ketertarikan dua produsen raksasa EV Battery itu untuk terlibat dalam rantai pasok nikel menunjukkan kerja sama MIND ID dan PTVI merupakan sinergi yang strategis, saling menguntungkan, dan saling melengkapi untuk memajukan industri pertambangan," kata Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif