Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Berbagai Langkah MRT Jakarta Antisipasi Banjir

Ekonomi mrt Proyek MRT
Syah Sabur • 01 Oktober 2020 09:55
Jakarta: Menjelang musim hujan yang biasanya mencapai puncak di awal tahun, PT MRT Jakarta melakukan berbagai antisipasi. Sebab, di awal tahun Jakarta biasanya dilanda banjir besar.
 
Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan pihaknya belajar dari banjir pada 2019 maupun awal 2020. Langkah yang disiapkan PT MRT Jakarta mulai dari memperbesar saluran air hingga mendirikan tembok pembatas antara jalan dengan stasiun.
 
"Kami tak ingin banjir berdampak kepada stasiun, terutama stasiun bawah tanah. Kami melakukan upaya pencegahan banjir karena hujan mulai melanda Jakarta, sehingga sekarang kami melakukan berbagai upaya untuk mitigasi banjir," ucapnya, dalam Forum Jurnalis MRT yang digelar secara daring, Rabu, 30 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


William mencontohkan, di Stasiun Senayan, terutama di daerah Ratu Plaza, terdapat mainhole (lubang drainase) yang harus ditutup karena berpotensi mengalirkan air ke stasiun sehingga bisa menyebabkan banjir. Selain itu, PT MRT Jakarta juga memasang saluran penahan air di sekitar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
 
"Kami juga membuat sodetan dari arah Polda Metro sehingga air yang mengalir di trotoar bisa dialirkan ke daerah yang lebih rendah. Lalu kami buat tanggul penahan dan rem disabilitas supaya air dari Sudirman dapat dihambat," jelasnya.
 
Upaya lainnya adalah memperbesar tali (saluran) airnya. "Kami membuat saluran penahan di pintu masuk gedung Kemendikbud. Jadi, seluruh potensi stasiun MRT terpapar dari banjir sudah kami antisipasi," jelas William.
 
Selain Stasiun Senayan, kawasan stasiun lainnya yang pada musim penghujan awal 2020 terancam banjir, juga turut dimodifikasi. Misalnya, di Stasiun Istora Mandiri diberi pembatas berupa dinding tambahan di antara Jalan Jendral Sudirman dan trotoar yang dekat dengan pintu masuk stasiun.
 
"Kalau Anda lihat posisi Jalan Sudirman lebih tinggi dari stasiun, lalu komposisinya stasiun cukup rendah dan ada posisi elevasi jalan maka air dari jalan itu melimpas ke Stasiun MRT, khususnya yang posisinya ada di dekat Gedung Polda dan dekat Bursa Efek Indonesia. Karena itu kami menambah dinding penahan air limpasan," tutur William.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif