Kakao. Foto : MI.
Kakao. Foto : MI.

Menperin: Industri Pengolahan Kakao Sumbang Ekspor USD549 juta

Ekonomi ekspor kakao Kementerian Perindustrian
Antara • 08 Oktober 2020 10:58
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut bahwa industri pengolahan kakao berkontribusi signifikan terhadap devisa di tengah pandemi, dengan nilai ekspor sebesar USD549 juta pada Januari-Juni 2020 atau meningkat sebesar 5,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
 
“Dari produksi industri pengolahan kakao, sebanyak 80 persen hasilnya ditujukan untuk pasar ekspor. Pada 2019, produk kakao olahan menyumbang nilai ekspor lebih dari USD1,01 miliar,” Menperin dikutip dari Antara, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Menperin mengatakan saat ini industri pengolahan kakao telah mampu memproduksi beragam varian, seperti cocoa liquor, cocoa cake, cocoa butter dan cocoa powder dengan ekspor utama berupa cocoa butter yang tersebar ke negara seperti Amerika Serikat, Belanda, India, Estonia, Jerman, dan Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Untuk itu kita perlu terus memacu kinerja dan pengembangannya agar bisa semakin kompetitif di kancah global. Kami juga berupaya memperluas akses pasar bagi produk olahan kakao, serta mendorong inovasi melalui pemanfaatan teknologi dan kegiatan riset,” papar Menperin.
 
Ia optimistis industri pengolahan kakao bisa berkembang baik karena didukung potensi Indonesia sebagai pengolah biji kakao nomor tiga di dunia dengan total kapasitas terpasang mencapai 800 ribu ton per tahun dari 13 perusahaan.
 
“Industri pengolahan kakao Indonesia berada di peringkat ke-3 terbesar di dunia setelah Belanda dan Pantai Gading,” ungkap Menperin.
 
Potensi lainnya, menurut laporan International Cocoa Organization (ICCO) pada 2018/2019, produksi biji kakao Indonesia sebesar 220 ribu ton yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-6 sebagai negara produsen terbesar setelah Pantai Gading, Ghana, Equador, Nigeria, dan Kamerun.
 
Dengan karakteristik biji kakao asal Indonesia yang memiliki titik leleh tinggi dan kaya kandungan lemak, industri pengolahan kakao dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi dari segi rasa, aroma, bahkan manfaat kesehatan.
 
“Untuk itu, perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas bahan baku secara intensif, antara lain lewat pendampingan dari para ahli budidaya kakao,” ujar Menperin.
 
Menperin menyambut baik dengan didirikannya Cocoa Technical Centre oleh Mondelez International di Pasuruan, Jawa Timur, dengan luas lima hektare dan investasi sebesar USD13 juta.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif