PT Pupuk Indonesia (Persero) menangkis isu kelangkaan pupuk, terutama terkait dengan subsidi (public service obligation/PSO) di masyarakat. Foto: Dok. Kementan
PT Pupuk Indonesia (Persero) menangkis isu kelangkaan pupuk, terutama terkait dengan subsidi (public service obligation/PSO) di masyarakat. Foto: Dok. Kementan

Dirut Pupuk Indonesia Tangkis Isu Kelangkaan Pupuk

Ekonomi pupuk pupuk subsidi pupuk indonesia
Suci Sedya Utami • 01 Oktober 2020 13:32
Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) menangkis isu kelangkaan pupuk, terutama terkait dengan subsidi (public service obligation/PSO) di masyarakat. Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan stok pupuk di gudang cukup untuk memenuhi kebutuhan para petani.
 
Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI Bakir mengatakan hingga Agustus 2020, produksi pupuk mencapai 8,4 juta ton. Kapasitas produksi bisa mencapai 13,8 juta ton. Namun dalam penyalurannya, Pupuk Indonesia menunggu alokasi dari pemerintah.
 
"Mengenai pupuk langka, gudang-gudang kami sudah kami siapkan dengan stok sesuai ketentuan pemerintah. Hanya penyaluran kan menunggu tambahan alokasi dari pemerintah," kata Bakir, Kamis, 1 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bakir mengatakan pihaknya baru saja mendapat tambahan alokasi subsidi sebesar Rp3,1 triliun untuk hampir satu juta ton pupuk. Tambahan alokasi tersebut baru disetujui pada Senin lalu. Dengan adanya tambahan alokasi tersebut, maka Pupuk Indonesia bisa menyalurkan pupuk pada para petani.
 
"Sekarang sudah bisa keluar. Kami koordinasi dengan dinas, kami mulai menyalurkan, inilah musim tanam, mudah-mudahan isu kelangkaan InsyaAllah akan kami atasi," tutur Bakir.
 
Bakir pun melaporkan hingga Agustus 2020 telah menyalurkan pupuk bersubsidi mencapai 5,9 juta ton atau 72 persen dari alokasi sebesar 8,9 juta ton.
 
Bakir menjabarkan penyaluran tersebut terdiri dari pupuk urea sebesar 2,68 juta ton, pupuk SP-36 399,9 ribu ton, pupuk ZA 539,3 ribu ton, pupuk NPK 1,9 juta ton, dan pupuk organik 385,9 ribu ton.
 
"67 persen yang sudah disalurkan. Masih ada 33 persen yang masih bisa disalurkan, InsyaAllah jumlah ini cukup sampai akhir tahun," ujar dia.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif