Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Subsidi BBM Regresif Disebut Dinikmati Kelompok Kaya Mesti Jadi Bantuan Tunai

Juven Martua Sitompul • 16 Agustus 2022 20:43
Jakarta: Masyarakat rentan harus dilindungi dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) jika pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM. Sebab, bansos BLT dinilai terbukti efektif dan dapat dipertanggungjawabkan datanya.
 
Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya mencontohkan langkah pemerintah yang bergerak cepat menggelontorkan BLT saat harga minyak goreng meroket. Kenaikan harga BBM diyakini bakal memengaruhi harga pangan, khususnya terasa pada masyarakat rentan.
 
"Sehingga, kenaikan harga pangan terasa di masyarakat bawah, yang komponen dan proporsi belanja buat makanan tinggi, yaitu 20 sampai 40 persen itu perlu dilindungi, mekanisme BLT terbukti bisa didata dan dihitung," kata Berly kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apalagi, kata dia, subsidi BBM sudah sangat membebani APBN. Padahal dampaknya tidak produktif.
 
"Subsidi BBM regresif ya, cenderung dinikmati yang semakin kaya, semakin banyak mobil, semakin banyak jalan. Sebelumnya, Pak Presiden Jokowi pada 2014 bisa menyampaikan kepada publik bahwa fungsi dan dampak ke masyarakat lebih baik jika subsidi dipotong," kata Dosen Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia ini.
 
Dia menilai saat ini waktunya pemerintah untuk taking the hard choice. "Dan menjelaskan ke masyarakat dan memitigasi dampak pada masyarakat, elemen yang paling rentan," kata Berly.
 
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teguh Dartanto mengungkapkan tren positif pemulihan ekonomi Indonesia tengah dihadapkan pada persoalan subsidi energi sebagai dampak dari gejolak ekonomi global. Oleh karenanya, evaluasi subsidi BBM layak dilakukan pemerintah untuk mengurangi beban fiskal.
 
"Tren pemulihan ekonomi akan mengalami gangguan karena gejolak ekonomi global yang menuju resesi. Evaluasi subsidi BBM menurut saya layak dilakukan karena bisa mengurangi beban fiskal," kata Teguh.
 

Baca: Presiden: APBN Surplus Rp106 Triliun, Inflasi RI Jauh di Bawah Negara Maju


Selain itu, dampak inflasi sudah cukup memberatkan masyarakat meski BBM belum naik. Hal itu bisa dilihat dari kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran.
 
"Artinya, dari sisi perlindungan sosial atau bantalan sosial, walaupun belum ada evaluasi harga BBM, harga kebutuhan pokok sudah naik," tegas dia.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif