Ilustrasi BP Tapera - - Foto: Shutterstock
Ilustrasi BP Tapera - - Foto: Shutterstock

BP Tapera Jamin Keamanan Dana Kelolaan

Ekonomi pns ruu tapera rumah tapak
Eko Nordiansyah • 28 Agustus 2020 20:29
Jakarta: Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menjamin keamanan terhadap dana kelolaan masyarakat. Pasalnya, Tapera merupakan solusi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), agar bisa memiliki rumah.
 
Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2016 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera, BP Tapera wajib menunjuk manajer investasi untuk melakukan pemupukan. Selain itu, BP Tapera juga bekerja sama dengan bank kustodian, dan bank umum sebagai bank penyalur yang secara profesional diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Deputi Komisioner BP Tapera Bidang Pemupukan Dana Tapera Gatut Subadio mengatakan dana masyarakat di Tapera akan aman karena kontrak investasi dana Tapera dipecah ke berbagai instrumen. Bahkan ada alokasi cadangan lima persen dana Tapera ditempatkan di rekening operasional untuk pengembalian dana peserta dan deposito bila dana belum ditarik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pencadangan perlu dilakukan. Jadi kami perlu memastikan simpanan bisa kembali ke penabung dengan hasil Pemupukannya," kata Gatut dalam webinar 'Optimalisasi Pengelolaan Dana Tapera di Tengah Penurunan Kepercayaan Sektor Keuangan', Jumat, 28 Agustus 2020.
 
Ia menambahkan, alokasi pemupukan sebesar 40 sampai 60 persen dilakukan lewat manajer investasi ke kontrak investasi konvensional atau kontrak investasi kolektif syariah seperti deposito, surat berharga pemerintah, surat berharga Pemda, surat berharga bidang perumahan dan kawasan dan bentuk investasi lain yang menguntungkan.
 
Selain itu alokasi pemanfaatan sebesar 30-55 persen di bank dan perusahaan pembiayaan lewat efek atas penyaluran pembiayaan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit pembangunan rumah, atau kredit renovasi rumah.
 
"Secara kelembagaan, hal ini sudah diatur sedemikian rupa dengan manajer investasi, bank dan lembaga keuangan, untuk menghilangkan kekhawatiran dari masyarakat. Tantangannya, bagaimana hasil pemupukan dan bagaimana kondisi likuiditas," jelas dia.

Executive Vice President Investment Services PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Tjondro Prabowo mengatakan pihaknya selaku bank yang ditunjuk sebagai bank kustodian oleh BP Tapera akan melakukan pencatatan secara detail besaran simpanan peserta, beserta hasil pemupukannya.
 
"Selain itu juga akan menghitung nilai aktiva bersih (NAB) dana Tapera setiap hari bursa, dan akan menyampaikan laporan keuangan tahunan dana Tapera. Perkembangan jasa kustodian BRI sudah dilakukan sejak 1996 dan sempat menjadi bank kustodian pertama di Indonesia yang mengelola efek beragun aset di 2009," ungkapnya.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Alvin Pattisahusiwa menyebut pihaknya telah mengikuti beauty contest dan due diligence dalam pemilihan manajer investasi yang akan mengelola dana Tapera. Dia juga menyebut siap mengoptimalkan dana Tapera lewat berbagai instrumen investasi.
 
Pemilihan instrumen investasi, menurut Alvin, akan dilakukan dengan analisa penempatan deposito, analisa pemilihan surat utang, dan analisa pemilihan saham. Sedangkan untuk instrumen surat utang, akan dilihat berdasarkan kondisi keuangan baik dalam tiga tahun terakhir, berperingkat investment grade, likuiditas baik, dan maksimum tenor 10 tahun.
 
"Penempatan di bank akan dilakukan berdasar indikator kinerja bank seperti minimum BUKU III, tapi bisa juga BUKU II dengan syarat anak usaha dari bank BUKU IV. Lalu CAR, LDR, ROA, juga net profit margin. Jadi betul-betul akan kami lakukan pengelolaan yang sesuai dengan batasan investasi dan tujuan investasinya," pungkasnya.
 
(Des)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif