Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada persiapan Gernas BBI Jabar. Foto: dok Humas KemenkopUKM.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada persiapan Gernas BBI Jabar. Foto: dok Humas KemenkopUKM.

Bangga Buatan Indonesia, Teten Ajak Masyarakat Beli Brand Unggulan Jabar

Ekonomi Produk Dalam Negeri UMKM Kementerian Koperasi dan UKM Media Group Konvergensi MGN Bangga Buatan Indonesia Teten Masduki
Ade Hapsari Lestarini • 22 Maret 2021 08:20
Bandung: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kunci kebangkitan di era new normal. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong UMKM go digital melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).
 
"Digitalisasi UMKM tidak hanya sebatas pada tahap on boarding UMKM ke platform e-commerce. Namun, bagaimana agar UMKM tersebut mampu berkompetisi dan bertahan di ekosistem digital," ujar Teten, pada persiapan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Jabar, di Kota Bandung, Minggu, 21 Maret 2021.
 
Gernas BBI di Jabar akan digelar mulai April 2021 dengan tagline UKM Jabar Paten. Teten mengatakan pemerintah menargetkan pada 2023 ada tambahan 30 juta UMKM Indonesia yang terintegrasi dalam ekosistem digital (on-boarding).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam Gernas BBI, kita ingin melibatkan makin banyak platform digital. Maka, UMKM harus siap transformasi masuk ke digital," kata Teten.
 
Pada periode ini, lanjut Teten, gerakan akan fokus pada produk-produk artisan. Yakni produk-produk yang sudah dikurasi menjadi produk unggul, tetapi bukan mass production. Misalnya, produk custom, hand made, serta produk berkualitas premium yang bisa bersaing dengan produk asing.
 
Menurut Teten, custom product memiliki market demand yang tinggi dan sedang menjadi tren. Apalagi, Jabar adalah gudangnya anak muda kreatif dengan produk kreatif seperti fesyen, sepatu, kuliner, hingga produk berbasis teknologi.
 
KemenkopUKM juga akan pilih produk-produk artisan dan mendorong local champion untuk tampil masuk ke level nasional bahkan internasional. "Penting untuk menghadirkan produk lokal agar bisa bersaing dengan brand asing. Karena sebenarnya, selama ini brand kita yang bagus tidak diberi tempat ruang usaha. Misalnya di mal kelas atas yang tempat premium place-nya dikasih ke brand luar," ungkap Teten.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif