Jakarta: Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ari Hernanto Soemarno menilai Pertamina tidak akan sanggup secara keuangan untuk masuk ke proyek pengembangan Lapangan Abadi, Blok Masela. Sebab pengembangan proyek ini membutuhkan modal yang sangat besar.
Dorongan agar Pertamina masuk ke proyek tersebut lantaran Shell Upstream Overseas Ltd berencana melepas hak kepemilikan sebesar 35 persen di proyek tersebut. Shell telah meminta izin untuk membuka akses data proyek tersebut untuk ditawarkan pada investor lain.
Dirinya mengatakan mundurnya Shell pun menjadi pertanda bahwa proyek ini dianggap tidak menarik dan memiliki pasar yang jelek. Bahkan dirinya pun pesimistis jika pengembangan lapangan migas ini akan sama seperti pengembangan lapangan lainnya yang juga masih belum jelas.
"Shell itu kan orang yang paling ngerti LNG terus terang saja, portofolio yang paling besar di antara perusahaan multinasional itu ya Shell. Kalau Shell sampai mundur, saya enggak yakin yang lain mau masuk. Pertamina enggak akan mampu, financially enggak akan mampu sama sekali," kata Ari dalam webinar Bimasena Energy, Sabtu, 29 Agustus 2020.
Dalam kesempatan yang sama, Praktisi Migas Tumbur Parlindungan mengatakan jika Pertamina masuk pun, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu harus mencari pendanaan dari luar.
Oleh karenanya dirinya berharap agar ada perusahaan asing yang masuk minimalnya sekelas Shell. Sebab, menurut Tumbur, Indonesia membutuhkan investasi asing atau foreign direct investment (FDI) untuk menggerakkan perekonomian.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan