Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: dok Kementan.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: dok Kementan.

Alokasi Pupuk Bersubsidi Petani Jember Ditambah, Ini Cara Dapatnya

Ekonomi pupuk Kementerian Pertanian pupuk subsidi kartu tani
Medcom • 14 Oktober 2020 17:10

Kartu Tani

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan Sarwo Edhy menambahkan data e-RDKK juga menjadi referensi bagi pembagian kartu tani yang akan digunakan untuk pembayaran pupuk bersubsidi. Melalui program tersebut, petani membayar pupuk subsidi melalui bank, sesuai dengan kuota dan harga pupuk subsidi.
 
"Distributor dan kios adalah kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi agar bisa sampai ke tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme yang ada, yaitu melalui e-RDKK," jelas Sarwo Edhy.
 
Tidak hanya itu saja, nantinya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini para petani diharuskan memiliki kartu tani yang terintegrasi dalam e-RDKK. Kartu Tani tersebut berisi mengenai kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk jumlah kuota ini tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani. Namun yang berhak adalah petani yang lahannya maksimal dua hektare (ha)," tegas Sarwo Edhy.
 
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Cabang Jember Jumantoro bersyukur ada tambahan alokasi pupuk bersubsidi. Namun, dirinya menyayangkan penambahan ini tidak diikuti dengan pembaharuan data pada e-RDKK petani. Sehingga, tidak semua petani di 31 kecamatan se-Kabupaten Jember mendapat jatah tambahan stok pupuk subsidi itu.
 
"Pola penyalurannya kan mengacu pada e-RDKK yang sudah masuk, jadi ada beberapa kecamatan yang karena alokasinya sudah habis, tidak dapat tambahan alokasi pupuk subsidi," kata Ketua Jumantoro.
 
Dengan kondisi tersebut, Jumantoro berharap Dinas Pertanian Jember untuk segera melakukan pembaharuan data e-RDKK petani tersebut. Kementan sendiri memberikan peluang kepada Daerah untuk meng-input data e-RDKK tiap tanggal 25-30 tiap bulannya.
 
"Bagaimana petani yang belum masuk e-RDKK itu bisa terlayani dengan pupuk subsidi? Sehingga kami mohon ada kebijakan pemerintah pusat untuk mengakomodir," ujar dia.
 
Apalagi nanti pada akhir 2020 ini adalah masa menghadapi musim hujan. Kata Jumantoro, pada saat itu butuh pupuk. Namun demikian Jumantoro masih tetap merasa bersyukur. "Karena adanya tambahan pupuk subsidi ini, mengobati kegundahan para petani di Jember," ucapnya.
 
Lebih jauh Jumantoro mengatakan para petani yang mendapatkan tambahan stok pupuk subsidi itu, juga harus mengisi formulir tambahan yang diketahui oleh penyuluh dan kelompok tani.
 
"Memang kita bersyukur ada tambahan pupuk subsidi ini, tapi sebaliknya ini jangan sampai terlambat. Terpaksa petani ada yang tidak memupuk tanamannya, ada yang beli nonsubsidi. Sehingga dikhawatirkan akan berpengaruh pada hasil panennya atau produktivitas nanti," pungkasnya.
 
(AHL)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif