Ilustrasi petani yang menggunakan pupuk subsidi. Foto: dok Kementan.
Ilustrasi petani yang menggunakan pupuk subsidi. Foto: dok Kementan.

5 Langkah Kementan Urai Problematika Pupuk Bersubsidi

Ekonomi subsidi pupuk pupuk Kementerian Pertanian pupuk subsidi Syahrul Yasin Limpo
Medcom • 05 Agustus 2021 10:41
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) terus memperbaiki sejumlah problematika yang timbul dalam hal pupuk bersubsidi. Keberadaan pupuk subsidi amat penting bagi petani dalam melangsungkan budi daya pertanian mereka.
 
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerangkan, pemerintah terus membenahi problematika yang timbul seputar pupuk subsidi. Menurutnya, apabila petani bijak menggunakan pupuk secara berimbang, produktivitas pertanian dipastikan tetap bisa dipertahankan.
 
"Permintaan pupuk bersubsidi besar sekali sebanyak 24 juta ton, sementara kemampuan yang bisa kita persiapkan sembilan juta ton saja. Jadi memang bukan langka, tapi memang agak kurang," kata Mentan SYL, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 5 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menjelaskan, kebutuhan pupuk tahun anggaran 2021 sebanyak 22,57 juta hingga 26,18 juta ton dengan nilai mencapai Rp63 triliun-Rp65 triliun. Jumlah sebanyak itu diperuntukkan bagi 17,05 juta petani di seluruh Indonesia.
 
"Sementara jumlah anggaran subsidi pupuk yang pemerintah sediakan hanya sebanyak Rp25,27 triliun atau hanya cukup untuk pengadaan sembilan juta ton pupuk. Dengan kata lain, baru 37 persen dari kebutuhan yang bisa dipenuhi," kata Ali.
 
Berangkat dari data tersebut, Ali tak menampik jika ada gap yang menimbulkan sejumlah masalah di lapangan. Mulai dari isu kelangkaan pupuk, harga tak sesuai standar hingga tak tepat sasaran. "Perembesan antarwilayah, isu kelangkaan pupuk, adanya markup HET, alokasi tidak tepat sasaran dan produktivitas tanaman menurun adalah beberapa persoalan yang timbul imbas adanya gap tersebut," kata dia.
 
Direktur Pupuk dan Pestisida Ditjen PSP Kementan, Muhammad Hatta menambahkan, sedapat mungkin Kementan berupaya membantu petani agar kebutuhan pupuk bisa tepat jumlah, mutu, waktu, harga dan sasaran.
 
"Pemberian pupuk bersubsidi ini haruslah memenuhi enam prinsip utama yang sudah dicanangkan atau disebut 6T, yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu," kata Hatta.
 
 
Read All


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif