Asih Wijayanti, pengrajin souvenir dan tas kulit di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Foto: Dok. Pertamina
Asih Wijayanti, pengrajin souvenir dan tas kulit di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Foto: Dok. Pertamina

Tambah 'Imunitas', UU Cipta Kerja bagai Vitamin bagi UMKM

Ekonomi UMKM Omnibus Law Konvergensi MGN UU Cipta Kerja
Annisa ayu artanti • 25 Oktober 2020 20:04
 

Berjuang di tengah pandemi

Kondisi tersebut membuat para pelaku UMKM putar otak untuk tetap bertahan di tengah pandemi. Salah satunya Asih Wijayanti, pengrajin souvenir dan tas kulit di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
 
Ia mengakui pemerintah daerah dan pusat sudah banyak membantu memajukan UMKM. Adanya pandemi covid-19 membuat UMKM perlu mendapatkan suntikan imun khusus berupa kebijakan agar UMKM dapat bertahan.
 
Ia berharap Undang-Undang Cipta Kerja yang baru saja disahkan, bisa menjadi vitamin tambahan untuk UMKM. Menurut dia UMKM dapat terbantu jika pemerintah bisa menyediakan pasar bagi UMKM Tanah Air, terlepas dalam kondisi pandemi ataupun nonpandemi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harapannya kalau aku tuh jangan terlalu banyak barang impor dari Tiongkok. Yang bikin saya ngelus dada itu harga barang Tiongkok murah-murah banget. Nanti UMKM enggak berkembang bagaimana?" keluhnya kepada Medcom.id, Minggu, 25 Oktober 2020.
 
Mengacu pada pernyataan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki yang mengatakan Undang-Undang Cipta Kerja bisa memberikan kemudahan bagi para UMKM dan koperasi, ia sangat meminta dan berharap penyediaan pasar bagi UMKM lebih diperhatikan serta melakukan pembatasan pada produk impor.
 
"Inginnya impor barang Tiongkok itu dibatasi. Yang memang UKM bisa buat, ya kenapa si musti impor. Harusnya pemerintah batasi. Itu harapannya," tambah Asih.
 
Wanita yang telah memulai bisnisnya sejak 12 tahun lalu bercerita jatuh bangunnya dalam menjalankan bisnis konveksi souvenir dan tas kulit.
 
Ia pernah ditipu oleh para reseller yang ternyata hanya mengambil barang darinya tanpa membayar. Jika dihitung, piutang kepada reseller mencapai Rp100 juta.
 
 
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif