Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Top 3 Ekonomi: Utang Indonesia Masuk 10 Besar di Dunia

Ekonomi utang luar negeri anjungan tunai mandiri (atm) Berita Menarik Ekonomi Sepekan
Ade Hapsari Lestarini • 15 Oktober 2020 06:24
Jakarta: Bank Dunia baru saja merilis daftar 10 negara yang memiliki utang luar negeri terbesar. Hal ini terungkap dalam laporan International Debt Statistics (IDS) 2021.
 
Indonesia tercatat berada di bawah Tiongkok yang memiliki utang sebesar USD2,1 triliun, Brasil USD569,39 miliar, India USD560,03 miliar, Rusia USD490,72 miliar, Meksiko USD469,72 miliar, dan Turki USD440,78 miliar.
 
Berikut tiga berita terpopuler di kanal ekonomi Medcom.id sepanjang Rabu, 14 Oktober 2020.

1. Utang Luar Negeri Indonesia Nyaris Rp6.000 Triliun

Dalam laporan International IDS 2021, Indonesia menempati posisi ketujuh dari 10 negara dengan utang terbesar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bank Dunia mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai USD402,08 miliar atau sekitar Rp5.940 triliun (kurs Rp14.775 per USD) di 2019.
 
Baca berita selengkapnya di sini

2. Usaha Warteg Anjlok 90% akibat PSBB Jilid II

Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan omzet industri rumah makan kelas rakyat seperti Warung Nasi Tegal (Warteg) turun signifikan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid II. Jumlah pembeli tak seperti hari biasa lantaran larangan makan di tempat.
 
"Semenjak PSBB dampaknya luar biasa terhadap perekonomian, kami dalam posisi kurang bagus karena penurunan omzet mulai 60-90 persen," kata Mukroni kepada Medcom.id, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Bahkan, lebih dari 45 persen usaha Warteg di DKI Jakarta sudah gulung tikar, tutup sementara maupun tutup permanen. Sebagian dari mereka pulang ke kampung halaman dengan mempergunakan sisa tabungan untuk beralih profesi.
 
Baca berita selengkapnya di sini

3. Nasabah Mulai Beralih dari Mesin ATM

Pandemi telah mengubah perilaku masyarakat untuk lebih memanfaatkan channel-channel digital dalam bertransaksi keuangan melalui bank.
 
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat mengatakan pandemi covid-19 kian mengukuhkan ketergantungan teknologi dalam industri perbankan akibat terus naiknya transaksi secara digital. Fasilitas mesin anjungan tunai mandiri (ATM) pun kian ditinggalkan nasabah.
 
"Transaksi internet banking juga mengalami peningkatan sebesar 48,4 persen (yoy) atau 11,9 persen dari bulan sebelumnya menjadi 121 juta transaksi," kata Teguh.
 
Baca berita selengkapnya di sini
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif