Usaha warteg anjlok hingga 90 persen. Foto: dok MI/Bary Fathahhilah.
Usaha warteg anjlok hingga 90 persen. Foto: dok MI/Bary Fathahhilah.

PSBB Jilid II Bikin Usaha Warteg Anjlok 90%, Sampai Gulung Tikar

Ekonomi PSBB pandemi covid-19 restoran terkecil
Ilham wibowo • 14 Oktober 2020 10:54
Jakarta: Omzet industri rumah makan kelas rakyat seperti Warung Nasi Tegal (Warteg) turun signifikan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid II. Jumlah pembeli tak seperti hari biasa lantaran larangan makan di tempat.
 
Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan usaha Warteg semakin tertekan dengan adanya PSBB ketat dalam sebulan terakhir. Selama pandemi covid-19 saja, jumlah pembeli sudah turun drastis.
 
"Semenjak PSBB dampaknya luar biasa terhadap perekonomian, kami dalam posisi kurang bagus karena penurunan omzet mulai 60-90 persen," kata Mukroni kepadaMedcom.id, Rabu, 14 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, kondisi Warteg yang paling terdampak yakni kelompok untuk melayani makan siang karyawan kantor, mal, dan buruh pabrik. Berkurangnya pendapatan para tenaga kerja itu pun berimbas terhadap pemasukan Warteg.
 
"Ada yang dulu omzet Warteg Rp3 juta sekarang hanya Rp300 ribu per hari, bahkan ada yang sehari tidak ada dapat sama sekali karena kedekatan Warteg dengan mal atau pabrik yang tutup," ungkapnya.
 
Ia menambahkan lebih dari 45 persen usaha Warteg di DKI Jakarta sudah gulung tikar, tutup sementara maupun tutup permanen. Sebagian dari mereka pulang ke kampung halaman dengan mempergunakan sisa tabungan untuk beralih profesi.

 
"Jalan keluarnya pulang kampung, menetap di Jakarta harus biaya banyak, ada listrik, sewa kontrakan dan biaya sehari-hari. Kalau di kampung ada anak istri dan kalau bisa menyatu menjadi lebih hemat," tuturnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif