Ilustrasi. FOTO: dok MI
Ilustrasi. FOTO: dok MI

Pertahankan Momentum Positif Ekonomi dengan Jaga Daya Beli Masyarakat

Media Indonesia • 09 Agustus 2022 23:04
Jakarta: Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi (AKSES) Indonesia Suroto mengingatkan pemerintah patut menguatkan daya beli masyarakat untuk menjaga perkonomian Indonesia. Sekalipun hal itu tidak masukkan kebijakan pemulihan ekonomi nasional (PEN).
 
"Walaupun itu tidak dimasukkan dalam kebijakan PEN pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020. Di sana lebih banyak ke mekanisme banking system dan lain-lain. Ternyata lebih banyak membantu adalah dana bansos," kata Suroto di Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022.
 
Ini disampaikan dia menanggapi berakhirnya anggaran PEN pada 2022. Keputusan itu diambil pemerintah seiring melandainya kasus covid-19 di Tanah Air dan membaiknya ekonomi nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suroto menjelaskan fondasi ekonomi Indonesia terletak pada konsumsi domestik. Oleh sebab itu, kata dia, yang patut dilakukan adalah menjaga keberlangsungan dan keberadaan sisi permintaan domestik yang terkait erat dengan daya beli masyarakat.
 
"Yang terpenting ketika 60-70 persen fondasi ekonomi adalah konsumsi, otomatis yang perlu diselamatkan adalah demand side, daya belinya," ujarnya.
 

Baca: Ekonomi Tumbuh 5,44%, Wamendag: Perdagangan Rakyat Terus Meningkat!


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan realisasi dana PEN tahun ini tidak akan terserap optimal. Mengingat kasus pandemi covid-19 tahun ini lebih terkendali dari sebelumnya.
 
Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan anggaran PEN untuk sektor kesehatan akan direlokasi ke sektor lain. Salah satunya, untuk mendukung sektor produktif semisal bantuan sosial dalam program PEN.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif