Ilustrasi. FOTO: dok PLN
Ilustrasi. FOTO: dok PLN

Populer Ekonomi: Impor Kedelai Diminta Berkurang hingga Pembelaan Banggar soal Penghapusan Daya Listrik 450 VA

Angga Bratadharma • 20 September 2022 09:15
Jakarta: Sejumlah berita ekonomi pada Senin, 19 September 2022, terpantau menjadi perhatian para pembaca Medcom.id. Berita itu mulai dari Presiden Jokowi mau porsi kedelai impor berkurang, pertemuan The Fed jadi sorotan pelaku pasar, hingga Ketua Banggar DPR gerah dituduh meminta penghapusan daya listrik 450 VA.
 
Berikut rangkuman berita selengkapnya:

1. Gerah Dituduh Meminta Penghapusan Daya Listrik 450 VA, Ini Pembelaan Ketua Banggar DPR

Ketua Banggar DPR MH Said Abdullah mengatakan pada tataran kebijakan strategis Indonesia perlu peralihan energi dari berbasis minyak bumi menuju listrik. Hal itu lantaran terdapat ketergantungan impor yang sangat besar terhadap minyak bumi.
 
Baca berita selengkapnya di sini

2. Pertemuan The Fed Jadi Sorotan Pasar, Rupiah 'Panas Dingin'

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi melemah, seiring fokus pelaku pasar pada pertemuan Federal Reserve (Fed) pada pekan ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca berita selengkapnya di sini

3. Ragam Tips Mengelola Keuangan untuk Hadapi Era Inflasi Tinggi

Perencana keuangan keluarga, Annisa Steviani menjabarkan tantangan keluarga berasal dari faktor eksternal (inflasi, biaya kesehatan, hingga jumlah dan jenis penyakit yang meluas) dan faktor internal (kondisi finansial serta financial behavior).
 
Baca berita selengkapnya di sini

4. Ini Strategi Pemprov Papua Kendalikan Inflasi

Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Komunikasi dan Informatika setempat telah menyiapkan beberapa langkah-langkah strategis guna mengendalikan inflasi di Bumi Cenderawasih.
 
Baca berita selengkapnya di sini

5. Presiden Jokowi Mau Porsi Kedelai Impor Berkurang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan pemenuhan kedelai di Indonesia tidak lagi tergantung impor.
 
Baca berita selengkapnya di sini
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif