Ilustrasi. FOTO: MI/SUMARYANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUMARYANTO

Injak Rem Darurat di Ibu Kota

Ekonomi Virus Korona Analisis Ekonomi Ekonomi Indonesia Anies Baswedan Jakarta Rem Darurat Rem Darurat Corona
Angga Bratadharma • 10 September 2020 13:21
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil langkah tegas dan cekatan terkait liarnya kenaikan kasus infeksi covid-19 di Jakarta. Keputusan yang diambil yakni menarik pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin, 14 September 2020. Pembatasan transisi dihapus dan dikembalikan seperti awal.
 
Alasan Anies mengambil kebijakan itu lantaran situasi pandemi di Jakarta masuk kategori darurat dan hal tersebut sudah disepakati dalam rapat gugus tugas percepatan penanganan korona di Jakarta. Kebijakan dimaksud mengartikan semua pihak kembali menerapkan kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah.
 
Mengutip paparan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kamis, 10 September 2020, bila tidak ada rem darurat maka pada 17 September tempat tidur isolasi di Jakarta akan penuh. Setelah 17 September, pasien covid-19 kemungkinan tidak tertampung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumlah pasien akan mencapai 4.807 pada 6 Oktober 2020. Padahal 4.807 tempat tidur isolasi baru bisa terpenuhi pada 8 Oktober 2020. Selain itu, bila tidak ada rem darurat, ketersediaan ICU hanya cukup untuk seminggu. Artinya hanya perlu beberapa hari ke depan atau 15 September 2020 untuk mencapai tempat tidur ICU terisi penuh yakni 528.
 
Setelah 15 September 2020 pasien covid-19 yang membutuhkan ICU kemungkinan tidak tertampung. Jumlah pasien akan mencapai 636 pada 15 September 2020. Padahal 636 tempat tidur ICU baru bisa terpenuhi pada 8 Oktober 2020.
 
Injak Rem Darurat di Ibu Kota
Sumber: Pemprov DKI Jakarta
 
"Tidak ada pilihan bagi Jakarta kecuali untuk menarik rem darurat sesegera mungkin. Bukan lagi PSBB transisi, tapi kita melakukan PSBB pada masa awal," kata Anies.
 
Menurut situs coronajakarta.go.id per 9 September 2020 pukul 10 WIB, tercatat data kasus aktif per 9 September mencapai 11.245 orang yang masih dirawat/isolasi, 716.776 jumlah tes PCR orang kumulatif Jakarta, 59.146 jumlah orang dites PCR sepekan terakhir, 12,2 persen persentase kasus positif sepekan terakhir, dan 7,0 persen persentase kasus positif secara total.
 
Merestui Anies
 
Keputusan PSBB di Ibu Kota tentu memiliki efek besar terutama terhadap aktivitas perekonomian mengingat Jakarta juga merupakan pusat ekonomi Indonesia. Meski demikian, keputusan Anies didasarkan pada keselamatan nyawa. Hal itu yang membuat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) merestui PSBB kembali diperketat di DKI Jakarta mulai 14 September 2020.
 
Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Apindo itu memahami dan mengerti alasan yang diambil Anies yakni menipisnya kapasitas tempat tidur isolasi pasien virus korona (covid-19). "Kami tidak ada pilihan karena memang angkanya (penularan covid-19) sudah tidak dapat dikendalikan," kata Wakil Ketua Apindo Shinta Kamdani.
 
Kendati demikian, dunia usaha tetap meminta kepada pemerintah agar mampu berimbang dalam menjalankan kebijakan baik dari aspek kesehatan maupun aktivitas perekonomian. Selain itu, Apindo meminta adanya evaluasi berkala dengan progres yang membuat kedua aspek tersebut bisa berjalan secara berkelanjutan.

 
Halaman Selanjutnya
Di sisi lain, dunia usaha…
Read All

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif