Foto: dok MI/Ramdani.
Foto: dok MI/Ramdani.

Menata Ulang Arsitektur Keuangan Global

Ekonomi Analisis Ekonomi
Media Indonesia • 03 September 2020 22:48
ARSITEKTUR keuangan global merupakan suatu kumpulan berbagai kesepakatan dan tata kelola di level internasional yang bertujuan menjaga efektivitas fungsi sistem moneter dan keuangan global (Elson, 2010). Tatanan keuangan ini mengalami proses perubahan sejalan dengan dinamika munculnya krisis keuangan di Asia pada 1998 dan juga krisis ekonomi global pada 2008.
 
Sebagai respons atas kedua krisis tersebut, arsitektur keuangan global telah melahirkan berbagai kebijakan yang bertujuan memulihkan kembali kondisi ekonomi dunia dan mencegah krisis keuangan yang sama terulang kembali. Dalam tatanan global tersebut, peran IMF dan World Bank sangat besar sekali sebagai think thank berbagai kebijakan ekonomi dan moneter serta sekaligus sebagai penyedia likuiditas global.
 
Namun, dengan munculnya krisis ekonomi yang disertai dengan resesi global saat ini, ternyata beban IMF dan World Bank menjadi sangat berat, khususnya dalam menyediakan kebutuhan likuiditas untuk menanggulangi pandemi dan juga resesi ekonomi.

Sumber Likuiditas

Guna membiayai dampak pandemi dan pemulihan ekonomi akibat resesi, hampir semua negara terpaksa harus mencari sumber dana darurat yang luar biasa besar jumlahnya. Tidak semua negara mampu memenuhi kebutuhan dana tersebut sehingga harus mengantre mengajukan permintaan utang ke berbagai lembaga donor internasional maupun melobi negara-negara kaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai langkah awal pada saat munculnya pandemi ini, PBB telah memprakarsai pembentukan UN Covid-19 Multi-Partner Trust Fund untuk membantu likuiditas negara-negara miskin dalam memerangi pandemi ini. Adapun IMF telah menyalurkan lebih dari USD100 miliar kepada 102 negara dalam bentuk rapid credit facility (RCF) dan rapid credit instrument (RCI) selama pandemi berlangsung.
 
Dengan fasilitas pinjaman ini memungkinkan negara-negara tersebut mampu dengan cepat menangani penyebaran virus covid-19 dan menyediakan paket stimulus darurat. Selanjutnya, IMF juga menyetujui pemberian catastrophe containment and relief trust (CCRT) kepada 27 negara dalam bentuk keringanan pembayaran utang sehingga mereka dapat menggunakan dana yang tersedia untuk penanganan pandemi. Bank Dunia juga telah menyiapkan dana USD160 miliar untuk keperluan Covid-19 Fast Track Facility, dan sebagian dari dana tersebut telah disalurkan kepada lebih dari 100 negara.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif