Didier Deschamps. (Foto: AFP/Alexander Nemenov)
Didier Deschamps. (Foto: AFP/Alexander Nemenov)

Deja Vu Deschamps

Bola piala dunia 2018 analisis piala dunia 2018
K. Yudha Wirakusuma • 16 Juli 2018 11:43
<i>Deja Vu</i> DeschampsDRAMA Piala Dunia telah usai. Selebrasi, ekspresi kegembiraan pun telah diluapkan 'sang juara', di Luzhniki Stadium, Moskow. Prancis sukses menekuk Kroasia dengan skor 4-2. Empat gol yang bersarang ke gawang Kroasia disumbangkan melalui bunuh diri Mario Mandzukic ('18), Antoine Griezmann ('38), Paul Pogba ('59), dan Kylian Mbappe di menit ke-65. Sementara dua gol Kroasia dicetak Ivan Perisic ('28) dan Mandzukic ('69).
 
Laju Les Bleus –julukan Prancis- di Rusia terbilang mulus, lantaran tanpa kekalahan. Tercatat enam kemenangan dan satu hasil imbang diraih Prancis sepanjang perjalanannya di Rusia.
 
Debut di penyisihan Grup C, Prancis membuka laga dengan mengalahkan Australia dengan skor tipis 2-1. Tren positif terus menyelimuti Prancis, saat berjumpa Peru di laga kedua Grup C. Prancis menang 1-0.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Grafik menurun justru terjadi saat laga akhir di grup C, Prancis hanya imbang melawan Denmark dengan skor kaca mata. Namun hasil itu tidak menghalangi Prancis yang sudah memastikan diri lolos ke 16 besar.
 
Berlabel juara grup, Prancis berhadapan dengan tim unggulan, Argentina. Permainan cantik dan mental juara diperlihatkan Les Blues. Sempat tertinggal 1-2, Prancis mampu comeback dan membalikkan skormenjadi 4-3 dan memaksa megabintang dunia sekelas Lionel Messi angkat koper.
 
Prancis kemudian berjumpa dengan Uruguay di perempat final dan menang dengan skor 2-0. Pada babak selanjutnya, Prancis menghadapi lawan yang tangguh. Menghadapi Belgia, Prancis 'terkurung'. Namun dewi fortuna masih menghinggapi Prancis. Sebiji gol Samuel Umtiti menjadi tiket Prancis menghadapi Kroasia.
 
Tangan Dingin Deschamps
Kesuksesan 'ayam jantan' tak terlepas dari tangan dingin sang arsitek, Didier Deschamps. Tak heran, Deschamps jadi sosok yang paling dielu-elukan. Kemenangan ini, bukan kali pertama buat pelatih berusia 49 tahun ini. Seperti deja vu, Deschamps kembali mengulang memorinya saat mencium trofi Piala Dunia 1998. Saat itu Prancis menjadi raja di Piala Dunia, usai mempecundangi Brasil dengan skor 3-0 di depan publik sendiri.
 
Deschamps menjadi orang ketiga yang sukses meraih trofi Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih. Dua orang lainnya yaitu, Mario Zagallo (Brasil) dan Franz Beckenbauer (Jerman).
 
Kemana Deschamps usai Piala Dunia 1998?
Usai mengangkat trofi piala dunia 1998, Deschamps memilih bertahan di Juventus. Selang setahun dia pun berlayar bergabung dengan Chelsea. Di sana dia berlabuh dari tahun 1999 -- 2000. 'Sang maestro' melanjutkan petualangannya ke Valencia. Hanya setahun pria kelahiran Bayonne, Prancis ini bertahan dan memutuskan gantung sepatu pada 2001.
 
Tak lagi merumput, bukan berarti Deschamps jauh dari si kulit bundar. Dia banting stir menjadi pelatih. Kariernya dimulai di Monaco 2001 -- 2005. Entah apa kemudian yang membawa langkahnya kembali ke klub 'si nyonya tua', 2006 -- 2007. Di 2009 Deschamps juga pernah melatih Marseille.

Baca: Dua Suporter Tewas usai Prancis Juara Piala Dunia


Sukses Deschamps Sempat Tertunda
Keberhasilan Deschamps bukan tanpa kegagalan. Pelatih Prancis sejak 8 Juli 2012 ini, sempat gagal meraih trofi Piala Eropa pada 2016. Saat itu 'ayam jantan' keok dari Portugal.
 
'Tak ada orang sukses, tanpa kegagalan' kata-kata itu mungkin layak menggambarkan perjalanan Deschamps. Tak menyerah, Deschamps kembali meracik tim Prancis.
 
Ada 23 nama yang diangkut Deschamps ke Rusia. Rata-rata adalah pemain muda bertalenta. Enam nama harus tersingkir meski mereka punya nama besar di kancah sepak bola dunia. Mereka di antaranya; Karim Benzema, Kingsley Coman, Anthony Martial, Alexandre Lacazzette, Dimitri Payet dan Laurent Koscielny.
 
Meski sempat menuai kritik lantaran tidak memasukkan nama Benzema yang jadi bintang saat Real Madrid juara Liga Champions musim 2017--2018, Deschamps tidak bergeming. Baginya, soliditas tim harus berada di atas individu. Hasilnya bisa dilihat, Prancis tampil solid di semua lini.
 
Di depan, Olivier Giroud memang gagal menunjukkan performa terbaik. Banyak yang menilai ia seharusnya tidak masuk skuat. Namun, peran pemain Chelsea itu tidak bisa dikesampingkan. Tanpa pergerakan Giroud yang mampu menarik perhatian bek lawan, pemain dari lini kedua macam Kylian Mbappe dan Griezmann dipastikan bakal sulit menemukan celah untuk melepaskan tembakannya.
 
Jadi, keputusan Deschamps lebih memilih Giroud ketimbang Benzema, tidak perlu lagi diperdebatkan. Intinya, sekarang publik Prancis bisa kembali berpesta setelah menunggu 20 tahun lamanya.. Allez Le Bleus..
 
23 nama skuat Perancis di Piala Dunia 2018:
 
Kiper: Hugo Lloris (Tottenham Hotspur), Steve Mandanda (Marseille), Alphonse Areola (PSG).
 
Belakang: Djibril Sidibe (AS Monaco), Benjamin Pavard (VfB Stuttgart), Raphael Varane (Real Madrid), Presnel Kimpembe (PSG), Adil Rami (Marseille), Samuel Umtiti (FC Barcelona), Lucas Hernandez (Atletico Madrid), Benjamin Mendy (Manchester City)
 
Tengah: Paul Pogba (Manchester United), N’Golo Kanté (Chelsea FC), Corentin Tolisso (Bayern Munich), Blaise Matuidi (Juventus), Steven N’Zonzi (Sevilla), Thomas Lemar (AS Monaco).
 
Depan: Kylian Mbappe (PSG), Olivier Giroud (Chelsea FC), Antoine Griezmann (Atletico Madrid), Ousmane Dembele (FC Barcelona), Nabil Fekir (Lyon), Florian Thauvin (Marseille).
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami@medcom_olahraga
 
Video: Nobar Rasa Atmosfer Stadion di Fanzone Spartak, #SalamdariRusia

 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif