Cristiano Ronaldo mencetak satu-satunya gol saat Portugal menang 1-0 di Moskow untuk mengirim pulang Maroko. Bagi Maroko, mereka sudah menelan dua kekalahan dan peluang mereka lolos sudah dipastikan tertutup.
Meski telah mengakui kekalahan timnya, Amrabat merasa bingung dengan kelakukan wasit yang meminta seragam milik Pepe.
"Saya tidak tahu apa yang dia gunakan, tetapi dia sangat terkesan oleh Cristiano Ronaldo, dan saya mendengar dari Pepe bahwa dia (Geiger) meminta pada babak pertama jika dia harus memiliki bajunya," katanya kepada saluran televisi Belanda, NOS.
"Ini adalah Piala Dunia, ini bukan sirkus," sindir Amrabat.
Ini sepertinya menjadi puncak kekesalan Amrabat terhadap kepimpinan wasit Geiger yang memiliki performa kurang baik dalam laga tersebut.

Wasit Mark Geiger (kiri). (Foto: AFP)
Sementara itu, Amrabat sebelumnya diragukan untuk tampil menghadapi Portugal setelah menderita cedera kepala saat timnya kalah 0-1 dari Iran. Akan tetapi, dia mengatakan "gatal" untuk bermain.
Dalam pertandingan melawan Portugal, Amrabat awalnya menggunakan pelindung kepala. Akan tetapi, dia melepasnya dan melempar pelindung kepala itu ke pinggir lapangan.
"Panas sekali, saya jadi berkeringat dan helmnya juga ketat," katanya.
"Dari menit pertama hingga saat saya bangun di rumah sakit, saya ingin bermain hari ini, saya merasa baik, meskipun saya merasa lebih lelah dari biasanya," lanjutnya.
"Sekarang saatnya untuk beristirahat, memulihkan dan menutup Piala Dunia dengan cara yang baik," pungkas pria yang kini bermain untuk klub Spanyol, Leganes.
Pada pertandingan terakhir Maroko di Piala Dunia 2018 akan melawan Spanyol. Laga tersebut bakal berlangsung pada Selasa 26 Juni dini hari WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(FIR)
