Maradona hadir di Stadion Krestovsky untuk menyaksikan langsung laga antara Nigeria kontra Argentina. Sepanjang laga, eks pemain Napoli tersebut terlihat sangat enerjik mendukung La Albiceleste.
Menurut pengakuannya, ia mengalami sakit di leher pada babak kedua laga tersebut. Setelah diperiksa dokter, ternyata ia mengalami dekompensasi atau kasarnya, menurunnya kondisi fisik yang disebabkan kelelahan atau stres.
Eks pelatih Timnas Argentina itu mengaku disarankan untuk tidak lanjut menonton babak kedua Argentina kontra Nigeria. Namun, Maradona lebih memilih menjadi saksi tumpah darah perjuangan Tim Tango untuk lolos fase grup.
Akibatnya, pemenang Piala Dunia 1986 tersebut harus tumbang alias terjatuh di kursi pada akhir laga. Namun, ia akhirnya mengonfirmasi lewat akun Facebook resminya bahwa tidak ada yang serius dari insiden tersebut.
"Saya ingin memberi tahu semuanya bahwa saya baik-baik saja. Saya juga tidak dirawat di rumah sakit," tulis Maradona.
"Pada babak pertama pertandingan (Argentina) melawan Nigeria, leher saya sangat sakit dan saya mengalami dekompensasi. Saya diperiksa oleh dokter disarankan pulang sebelum babak kedua," kata Maradona.
"Tetapi saya ingin tetap menonton karena kami bermain untuk segalanya. Bagaimana saya bisa pergi? Saya kirim ciuman untuk semuanya. Terima kasih atas dukungannya," sambungnya.
Argentina lolos sebagai runner-up Grup D. Mereka akan menghadapi juara Grup C, Prancis, pada babak 16 besar pada Sabtu 30 Juni mendatang. (FFT)
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami@medcom_olahraga
Video: Salam dari Rusia, Jalan-jalan di Krasnaya Ploshad
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ASM)
