Eriksson tahu betul mengenai kondisi Timnas Inggris. Dia pernah melatih Inggris untuk Piala Dunia 2002 dan 2006 serta Piala Eropa 2004.
Kurangnya waktu libur pada pertengahan musim membuat Inggris tak bisa menunjukkan kualitas sesungguhnya di turnamen level Eropa atau dunia.
"Jika Anda bermain di Liga Inggris, Anda memainkan banyak pertandingan," ujar Eriksson.
"Terdapat dua ajang piala domestik yang besar, sebagian besar pemain Inggris bermain di Eropa dan liganya berat. Itu baik-baik saja, namun masalah terbesarnya adalah tidak memiliki masa istirahat. Itulah alasan terbesar mengapa Inggris kesulitan memberikan dampak besar di turnamen-turnamen besar," sambungnya.
Pelatih Inggris Gareth Southgate membentuk tim dengan banyak pemain muda untuk Piala Dunia, dan Eriksson percaya bahwa ada banyak tujuan di tim tersebut.
"Saya menyukai skuatnya. Ada banyak pemain muda, pemain-pemain lapar yang ingin memperlihatkan apa yang dapat mereka lakukan. Saya menyukai para penyerang karena mereka dapat melakukan berbagai hal sendiri, mereka memiliki kecepatan dan mereka dapat mencetak gol demi gol. Saya sangat penasaran untuk melihat bagaimana mereka akan melakukannya," tutur Eriksson.
"Saya berharap mereka dapat melaju lebih jauh daripada yang saya lakukan dan mencapai semifinal. Jika demikian, semuanya memungkinkan. Akan hebat bagi mereka untuk memiliki tim yang melaju lebih jauh dari perempat final," paparnya.
Inggris akan memainkan pertandingan persahabatan melawan Nigeria dan Kosta Rika pada 2 dan 7 Juni, sebelum terbang ke Rusia di mana mereka menghuni Grup G di Piala Dunia, bersama Belgia, Panama, dan Tunisia.
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami@medcom_olahraga
Video: Jelang Asian Games 2018: Eko Yuli Siap Tampil Maksimal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ASM)
