Adapun sanksi itu berkaitan tunggakan gaji PSIM terhadap tiga legiun asing; Emile Emanuel Anthony Linkers, Kristian Adelmund, dan Lorenzo Yoffrey Rimkus, saat bermain di Divisi Utama musim 2012.
Surat dari PT LIB tak lepas dari keputusan FIFA soal sanksi itu tertanggal 25 April 2018. Manajemen Laskar Mataram hingga kini belum mengambil sikap.
Sekretaris PSIM Jarot Sri Kastawa mengatakan, jajarannya belum menggelar rapat untuk menyikapi surat itu. "Apakah nanti banding atau menerima sanksi itu," kata Jarot di Yogyakarta, Jumat 27 April 2018.
Ia mengungkapkan, ganjaran sanksi itu sebetulnya menjadi dosa manajemen lama PSIM yang bermitra dengan PT Nirwana Persada Indonesia (NPI). Menurut dia, pihak manajemen dan rekanan tidak bertanggung jawab lantaran tak menyelesaikan masalah itu.
Pihaknya mengaku sudah sempat meminta bantuan PSSI meskipun tak mendapat respons positif. "Tapi ternyata tetap ada sanksi untuk kami. Apa boleh buat, ya harus kami lalui dengan kondisi seperti ini,” lanjutnya.
Ia mengaku terkejut dengan sanksi itu. Sebab, kompetisi baru dimulai dan baru menjalani pekan perdana. Pada laga pertama PSIM bertandang ke markas Madura FC, Kamis 26 April 2018. PSIM kalah 1-3 dalam pertandingan itu. Dengan demikian, PSIM kini menjadi tim juru kunci wilayah timur dengan poin minus atau -9.
"Sudah ada peringatan sebelumnya. Karena sudah keputusan, ya sudah. Kami berusaha berjuang dengan -9 poin di kompetisi musim ini,” kata dia.
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga?
Video: Daud Yordan Siap Rebut Gelar Juara Dunia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ASM)
