Media Officer Arema FC Sudarmadji menanggapi kabar bahwa CEO Klub Iwan Budianto berpotensi jadi tersangka mafia bola. (Foto: medcom.id/Daviq Umar)
Media Officer Arema FC Sudarmadji menanggapi kabar bahwa CEO Klub Iwan Budianto berpotensi jadi tersangka mafia bola. (Foto: medcom.id/Daviq Umar)

Komentar Arema Soal IB Berpotensi Jadi Tersangka Mafia Bola

Bola pssi Pengaturan Skor Sepak Bola
Daviq Umar Al Faruq • 17 Januari 2019 16:53
IB Berpotensi jadi tersangka karena adanya bukti transfer dari manajerPerseba Super Bangkalan sebesar Rp115 juta sebagai mahar tuan rumah Piala Suratin 2009. IB sendiri saat ini tengah bersiap menghadiri kongres tahunan PSSI di Bali, 20 Januari 2019.
 
Malang: Kepala Staf Ketum PSSI Iwan Budianto dilaporkan ke polisi terkait kasus dugaan penipuan dalam pengaturan Tuan Rumah Piala Suratin pada November 2009. Pria yang akrab disapa IB ini sendiri diketahui juga menjabat sebagai CEO Arema FC.
 
Menanggapi itu, Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengaku apabila yang dimaksud polisi adalah IB, maka dia yakin bahwa IB akan taat kepada prosedur hukum. Dia pun meyakini bahwa IB akan memenuhi panggilan polisi bila dimintai keterangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan kami mohon semua pihak untuk menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah," katanya, Kamis 17 Januari 2019.

Baca:Joko Driyono Belum Bisa Penuhi Panggilan Satgas Anti-Mafia Bola


Sudarmaji meminta agar semua pihak dapat menghargai bahwa saat ini PSSI dan klub-klub sebagai voter sedang fokus mempersiapkan Kongres Tahunan PSSI. Kongres tersebut rencananya diselenggarakan di Bali, Minggu 20 Januari 2019.
 
"Kongres ini juga sangat penting karena menjadi tuntutan dan kebutuhan arah kebijakan setahun kedepan PSSI dalam mengelola sepak bola yang berprestasi. Tentunya para pimpinan PSSI juga stakeholder PSSI sedang fokus mempersiapkan dan pelaksanaan kongres tersebut," jelasnya.
 
Peristiwa ini menurut Sudarmaji dikhawatirkan akan memicu kekhawatiran publik. Sebab, ekspektasi masyarakat agar sepak bola bisa segera digelar sangatlah tinggi.
 
"Mohon maaf jangan sampai program baik PSSI dan klub yang sekarang sedang dikembangkan menjadi terabaikan karena imejnya dikalahkan dengan hal-hal lain. Harus ada sikap obyektif dari semua pihak karena sepak bola harus diselamatkan asetnya yakni kompetisi," ungkapnya.
 
Di sisi lain, tim Arema sendiri tidak terganggu dengan adanya kasus ini. Sebab dalam beberapa waktu terakhir, tim Singo Edan ini tengah mempersiapkan laga melawan Persita Tangerang pada babak 32 besar Piala Indonesia yang digelar 26 Januari 2019 mendatang di Malang.
 
"Kalau Arema sendiri profesional tetap pada program yang sudah disusun," pungkasnya.

Baca juga:10 Years Challenge: Ronaldo, Messi, Neymar, Salah dan Hazard


Sebelumnya diberitakan, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan Perseba Super Bangkalan tak gratis menjadi tuan rumah Piala Suratin 2009. Kepala Staf Ketua Umum PSSI Iwan Budianto kabarnya meminta sejumlah uang.
 
Dedi mengungkapkan manajer klub Imron Abdul Fatah mulanya mengajukan diri sebagai tuan rumah. Iwan kemudian meminta uang sejumlah Rp115 juta.
 
"Ternyata Imron merasa tertipu. Padahal untuk menjadi tuan rumah tidak perlu mengeluarkan uang," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 16 Januari 2019.
 
Terkait kasus ini, Dedi mengaku sudah memiliki sejumlah bukti transfer dana. "Sudah ada bukti transfer dengan pelapor Imron Abdul Fattah dan terlapor IB dan kawan-kawan. IB berpotensi jadi tersangka," tambah Dedi.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 
Video:?Persebaya Resmi Boyong Hansamu Yama

 

(ACF)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi