Pada turnamen yang digelar di Amerika tersebut, Messi begitu terpukul lantaran gagal membawa Argentina juara pada Copa America yang sedang memperingati 100 tahun itu.
Ketika itu, Albiceleste kalah atas Cile di final lewat drama adu penalti, 2-4. Saking terpukulnya, pemain berjuluk La Pulga ini pun menyatakan pensiun.
Tapi pernyataan tersebut ia cabut ketika bertemu dengan pelatih Argentina saat itu, Edgardo Bauza. Tepatnya pada 13 Agustus 2016.Klik di sini: MU Batalkan Perpanjangan Kontrak Odemwingie
"Itu adalah keputusan yang saya buat dalam momen yang panas, tapi saya malu untuk mengatakan saya ingin kembali," ujar Messi kepada DirecTV Sport.
"El Paton (Bauza) dan rekan setim saya membuat segalanya begitu mudah untuk saya kembali," lanjutnya.
Ketika kembali mengenakan jersey Albiceleste, Messi memberi bobot tersendiri untuk tim. Apalagi Argentina sangat membutuhkan peran Messi untuk mengakhiri dahaga gelar yang telah berlangsung selama 24 tahun.Klik di sini: Dembele Kebut Pulihkan Cedera demi Main di El Clasico
"Di usia 30 tahun, saya menikmati dalam cara yang berbeda dan lebih banyak dalam sebelumnya. Saya mengambil keuntungan di setiap momennya, baik di dalam maupun di luar lapangan," terangnya.
Se presentó el balón oficial de la Copa Mundial de la FIFA 2018 #Telstar18 y el capitán de @Argentina, Leo Messi, lo llevó en sus manos. pic.twitter.com/w6zF1bEqRJ
— Selección Argentina (@Argentina) November 9, 2017
"Saya mengalami momen ini bersama timnas dengan cara yang berbeda. Saya lebih santai hari ini. Ketika mereka mengkritik saya, saya mengalaminya secara berbeda," tegasnya.
Bukti Messi masih menjadi tulang punggung Argentina bisa terlihat pada laga terakhir yang menentukan di Kualifikasi Piala Dunia Zona CONMEBOL. Ia mencetak hattrick ke gawang Ekuador untuk memastikan Argentina lolos ke putaran final yang berlangsung di Rusia tahun depan.
Bhayangkara Menang WO, Bali United Sesalkan Sikap Komdis PSSI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ACF)
