Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial
Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Benarkah Kapolda Metro Sebut Laskar FPI Rampas Pistol untuk Tembak Polisi? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 09 Desember 2020 11:01
Beredar sebuah tangkapan layar memperlihatkan judul artikel "Kapolda Metro: Laskar FPI Rampas Pistol Polisi Untuk Tembak Polisi". Tangkapan layar itu beredar di media sosial.
 
Adalah akun twitter KEBENARAN HAKIKI @ZoelHayat yang turut mengunggah tangkapan layar artikel itu, 8 Desember 2020. Akun itu membuat komentar terkait tangkapan layar itu.
 
Berikut selengkapnya:

"Hati Nurani yang menyimpan Kebenaran, Tidak dikeluarkan...
Akhirnya membuat bingung dirinya sendiri, terjebak dengan kebohongannya...
Kayak maling ketangkap, Alasannya Plintat plintut..."


Unggahan ini ramai direspons warganet. Terdiri dari 609 retweets, 184 quote tweets dan 2.500 likes.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

[Cek Fakta] Benarkah Kapolda Metro Sebut Laskar FPI Rampas Pistol untuk Tembak Polisi? Ini Faktanya
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyebut Laskar FPI merampas pistol milik polisi kemudian menembak polisi, tidak berdasar. Faktanya, judul pada artikel itu sama sekali tidak mencerminkan isinya.
 
Artikel itu diunggah media online tersebut pada 7 Desember 2020. Namun jika diteliti lebih lanjut, sama sekali tidak ada pernyataan langsung dari Kapolda Metro dan tidak ada kalimat atau data pendukung yang terkait dengan judul tersebut.
 

[Cek Fakta] Benarkah Kapolda Metro Sebut Laskar FPI Rampas Pistol untuk Tembak Polisi? Ini Faktanya
 

Berikut artikel selengkapnya:
 
Kapolda Metro : Laskar FPI Rampas Pistol Polisi Untuk Tembak Polisi
 
Realitarakyat.com – Aparat kepolisian, terlibat bentrok dengan para pendukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab atau yang dikenal Habib Rizieq Shihab (HRS), dikawasan Cikampek, Senin (7/12/2020).
 
Akibatnya, sebanyak 6 orang tewas dalam bentrokan ini. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil mengatakan, tindakan terukur tersebut terjadi karena pasukan khusus pengawal HRS mencoba melawan dengan senjata tajam bahkan senjata api dengan menembak petugas yang sedang menjalankan tugas.
 
“Asli ini ada tiga yang sudah ditembakkan,” kata Fadil dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (7/12).
 
Fadil menyebut, ada 10 orang yang menyerang petugas dan enam di antaranya meninggal dunia setelah diberikan tindakan terukur. Sementara itu empat orang lainnya berhasil kabur.
 
“Jadi dari hasil penyelidikan awal kelompok yang menyerang anggota ini diidentifikasi sebagai laskar khusus yang selama ini menghalangi proses penyelidikan,” kata Fadil.
 
Peristiwa bentrokan antara kepolisian dengan pengawal HRS ini terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pukul 00.30 WIB, Senin (7/12/2020). Saat itu, disebutkan enam orang petugas sedang menyelidiki informasi terkait pengerahan massa saat pemeriksaan Rizieq.
 
Namun di tengah jalan, mobil petugas dipepet oleh pengawal Rizieq dan bentrokan pun terjadi.(ilm)

 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyebut Laskar FPI merampas pistol milik polisi kemudian menembak polisi, tidak berdasar. Faktanya, judul pada artikel itu sama sekali tidak mencerminkan isinya.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false connection (koneksi yang salah)
Ciri paling gamblang dalam mengamati konten jenis ini adalah ditemukannya judul yang berbeda dengan isi berita. Konten jenis ini biasanya diunggah demi memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional.
 

[Cek Fakta] Benarkah Kapolda Metro Sebut Laskar FPI Rampas Pistol untuk Tembak Polisi? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://realitarakyat.com/2020/12/07/kapolda-metro-laskar-fpi-rampas-pistol-polisi-untuk-tembak-polisi/
https://archive.md/ruGuK
https://archive.md/1IBXn
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan