McKinsey & Company menyebut Indonesia perlu menjaga pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,4 persen per tahun selama 20 tahun untuk mencapai target tersebut. Tantangannya, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan perlu semakin bergeser dari penambahan jumlah penduduk ke produktivitas.
Leader of People & Organizational Performance Practice, SEA McKinsey & Company Philia Wibowo mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama beberapa tahun terakhir sudah berada di atas 5 persen.
Saat ini, sekitar 60 persen pertumbuhan ekonomi disebut berasal dari produktivitas, sedangkan 40 persen lainnya masih ditopang oleh pertumbuhan demografi. Masalahnya, kontribusi demografi diperkirakan tidak akan terus sebesar sekarang.
"Ke depan 90 persen harus dari prodiktivitas karena sacara natural memang menurun demografinya," kata Philia dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Produktivitas Jadi Kunci Indonesia Maju 2045
Jika ingin mencapai status negara maju pada 2045, Indonesia perlu mencari sumber pertumbuhan baru. Salah satu yang paling penting adalah meningkatkan produktivitas pekerja dan dunia usaha.Menurut Philia, pemerintah perlu mendorong lebih banyak investasi dari perusahaan skala menengah dan besar.
Langkah tersebut dinilai penting karena investasi tidak hanya menambah modal, tetapi juga dapat menciptakan lebih banyak pekerjaan formal.
"Kalau kita benchmark, di tempat kita hanya 20 persen employment datang dari medium and big companies. Di tempat lain kalau kita mau jadi negara maju harus dua kali lipat, 40 persennya di medium and large companies," ujarnya.
McKinsey Ungkap Hal yang Perlu Diperkuat
Untuk mengejar pertumbuhan tersebut, Philia menyebut ada modal atau capital yang perlu diperkuat Indonesia.Pertama adalah financial capital atau modal finansial. Menurut dia, modal bagi perusahaan kecil perlu didorong naik lima kali lipat. Sementara itu, modal untuk perusahaan menengah dan besar perlu meningkat dua kali lipat.
Kedua adalah human capital atau sumber daya manusia. Peningkatan kualitas tenaga kerja perlu dilakukan melalui reskilling dan upskilling agar investasi yang masuk bisa diserap dengan baik.
Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. BUMN dan sektor swasta juga dinilai perlu ikut mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja.
"Kemudian ada infrastructure capital, entrepreneur capital, dan institutional capital yaitu regulasi yang mendukung," ungkapnya.