ilustrasi kuliah. Dok Medcom
ilustrasi kuliah. Dok Medcom

Kepoin Sistem Pendidikan Singapura, Wajib Kamu Tahu Sebelum Kuliah di Sana

Ilham Pratama Putra • 14 Oktober 2026 12:53
Ringkasnya gini..
  • Sistem pendidikan Singapura mengadopsi model Inggris dengan jalur O-Level, A-Level, dan politeknik.
  • Menurut Sulfikar Amir, Advanced Diploma tidak otomatis setara dengan A-Level untuk persyaratan masuk universitas.
  • Penyetaraan ijazah perlu mempertimbangkan jenjang kualifikasi, lembaga penerbit, dan ketentuan pengakuan yang berlaku.
Jakarta: Perbandingan jenjang pendidikan di Singapura dan Indonesia belakangan ramai diperbincangkan. Terutama perbincangan terkait penyetaraan ijazah. 

Pada level atau jenjang tertentu, nyatanya sistem di negara tetangga pendidikan di Singapura memang punya struktur berbeda dengan Indonesia. Misalnya ada tingkatan hingga ujian O-level hingga A-level. 

Dosen program studi School of Social Sciences, College of Humanity, Art, and Social Sciences sekaligus pakar sosiologi Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Sulfikar Amir, menjelaskan secara rinci jenjang tersebut. Termasuk siapa saja yang bisa masuk universitas di sana.

Penjelasan itu disampaikan dalam program Rakyat Bersuara. Dalam pandangannya tersebut ia menegaskan tidak mewakili institusi mana pun, hanya sekadar orang yang tinggal dan berada dalam sistem pendidikan Singapura. 
Lewat pengalamannya 10 tahun mengajar di Singapura dan pernah tiga tahun menjadi koordinator penerimaan mahasiswa baru di NTU, ia menjelaskan ada kualifikasi yang harus dipenuhi anak untuk bisa diterima di universitas. Hal ini berkaitan dengan tingkatan atau level pendidikan yang berlaku di sana. 

Sulfikar menjelaskan, pendidikan Singapura mengadopsi sistem Inggris (British system). Strukturnya sedikit berbeda dengan Indonesia, tetapi menurutnya tetap bisa disetarakan.

Jenjang Pendidikan di Singapura

  • Primary school: dimulai pada usia 6 tahun.
  • Secondary school: ditempuh selama 4 tahun. Menurut Sulfikar, jenjang ini selevel SMP ditambah kelas 1 SMA, atau setara kelas 7, 8, 9, dan 10.
  • Ujian O-level (Ordinary level): diambil setelah lulus secondary school. Hasilnya menentukan arah siswa berikutnya.

Dua Pilihan Setelah O-Level

Hasil O-level membuka dua jalur, di antaranya:
  • A-level (Advanced level): ditempuh selama 2 tahun sebelum universitas, setara kelas 11 dan 12 SMA. Jalur ini biasanya diambil siswa dengan nilai O-level tinggi dan kemampuan akademik yang relatif lebih baik.
  • Politeknik: biasanya diambil lulusan O-level yang ingin langsung bekerja. Masa studinya 3 tahun dan, menurut Sulfikar, disetarakan dengan SMK.
Ijazah_ DOK MI
Ijazah. Dok MI.

Syarat Masuk Universitas Singapura

Untuk masuk universitas di Singapura seperti NTU, kata Sulfikar, seorang siswa harus memiliki A-level atau lulus politeknik. Ia menegaskan hanya dua kualifikasi itu yang diterima.

“Siapapun tidak akan bisa menggunakan advance diploma untuk apply ke NTU, NUS, atau universitas lain di Singapura. Karena yang diterima itu hanya lulusan A-level dan Politeknik,” kata Sulfikar.

Advanced Diploma Bukan Setara A-Level

Sulfikar juga menjelaskan perbedaan A-level dengan advanced diploma. Menurutnya, advanced diploma pada dasarnya bersifat kursus.

Ia memaparkan, di Singapura lembaga yang bisa mengeluarkan ijazah disebut Institute of Higher Learning (IHL). Contohnya lima universitas otonom yang disubsidi pemerintah, yaitu National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Singapore Management University (SMU), Singapore University of Technology and Design (SUTD), dan Singapore University of Social Sciences (SUSS).

Di luar itu ada private education institution (PEI). Menurut Sulfikar, PEI hanya menyelenggarakan pelatihan dan kursus tenaga kerja selama 6-8 bulan. 

Salah satu contoh PEI adalah Management Development Institute of Singapore (MDIS). MDIS kata dia berada di bawah program SkillsFuture Singapore milik Kementerian Tenaga Kerja Singapura. Dan PEI seperti MDIS kata dia tidak diperbolehkan mengeluarkan ijazah S1.

Adapun MDIS kata dia memang banyak bekerja sama dengan universitas luar. Misalnya University of Bradford. Kurikulum universitas mitra digunakan, diajarkan dosen lokal, dan mahasiswa mendapat ijazah dari universitas mitra. Sulfikar menyatakan ijazah dari universitas mitra MDIS bisa menjadi valid.

Untuk lulusan O-level, MDIS menyediakan program foundation, diploma, dan advanced diploma. Menurut Sulfikar, advanced diploma hanya berlangsung 6-8 bulan, lalu peserta harus melanjutkan S1 selama 3 tahun.

Sulfikar menilai masyarakat Singapura sangat meritokratik dan cenderung diskriminatif terhadap mereka yang mengambil jalan pintas. Menurutnya, lulusan PEI biasanya sulit mendapatkan pekerjaan di Singapura. 

Ia menyebut lembaga seperti MDIS biasanya diperuntukkan bagi mahasiswa asing yang ingin merasakan kehidupan Singapura dan dianggap sebagai lulusan Singapura. Ia pun menegaskan jika lulusan Advance diploma tidak bisa diserta merta setara menyelesaikan SMA di Singapura.

“Advance diploma itu tidak sama dengan sertifikat SMA di Singapura. Mengatakan bahwa advance diploma setara dengan A-level atau advance level adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal. Karena advance diploma itu kontennya sama seperti kursus,” tegasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan