Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial
Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Ada Pengerukan Besar-besaran di Banyuwangi, Masyarakat yang Protes Ditembaki Aparat? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 28 Januari 2021 11:00
Beredar sebuah video dengan narasi bahwa ada pengerukan besar-besaran di Banyuwangi, Jawa Timur. Video ini diunggah di YouTube.
 
Adalah channel mujahid 212 yang mengunggah video dengan narasi tersebut, Kamis 28 Januari 2021. Narasi itu tampak pada judul video. Berikut selengkapnya:

"GAWAT?? Ada pengerukan besar2an di Banyuwangi, Masyarakat protes, ditembaki aparat..."


 
[Cek Fakta] Ada Pengerukan Besar-besaran di Banyuwangi, Masyarakat yang Protes Ditembaki Aparat? Ini Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Pada video itu juga terdapat keterangan. Bahwa masyarakat Banyuwangi ditembaki aparat. Ini penampakannya:
[Cek Fakta] Ada Pengerukan Besar-besaran di Banyuwangi, Masyarakat yang Protes Ditembaki Aparat? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa ada peristiwa penembakan oleh aparat terhadap masyarakat yang melakukan protes kegiatan tambang di Banyuwangi, Jawa Timur, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.
 
Di sisi lain, pada Januari tahun lalu atau 2020 terdapat sejumlah warga melakukan penolakan terhadap rencana eksplorasi tambang mas di sekitar Gunung Salakan, Banyuwangi. Mereka mendirikan tenda "perjuangan" sejak 8 Januari 2020.

"Mereka bergantian berjaga di tenda, setiap hari 50-100 orang tinggal di tenda sebagai bentuk penolakan tambang di Gunung Salakan. Mereka juga menggelar doa bersama sembari berjaga. Umat Islam menggelar istighotsah sedangkan umat Hindu bersembahyang di tenda," tulis Mongabay.co.id dalam laporannya, 26 Januari 2020.


Tidak jauh dari tenda itu, warga menemukan sebanyak 22 selongsong peluru. Puluhan selongsong peluru laras panjang yang terdiri dari peluru tajam dan hampa itu ditemukan tercecer di hutan Gunung Salakan.

"Peluru tercecer, kami tak mau berspekulasi siapa pemilik peluru. Komnas HAM harus turun melakukan pengawasan,” kata Koordinator Advokasi Walhi Jatim, Fandi, seperti dilansir Mongabay.co.id saat itu.


 
[Cek Fakta] Ada Pengerukan Besar-besaran di Banyuwangi, Masyarakat yang Protes Ditembaki Aparat? Ini Faktanya
 

Pula dari video yang disertai narasi "Masyarakat Banyuwangi Ditembaki aparat". Pada video yang diunggah kanal YouTube mujahid 212 itu, tidak disertai data atau fakta bahwa benar ada warga yang ditembak aparat karena melakukan protes.
 
Pada video berdurasi 3 menit 29 detik itu, hanya diperlihatkan pengakuan seorang pria bahwa ada suara tembakan yang sangat keras. Suara tembakan ini diklaim membuat warga sekitar ketakutan.

"Saya meminta kepada Pemerintah Indonesia, terutama Pak Jokowi, salam. Begitu hebatnya TNI-mu, dan polisi-mu yang seharusnya melindungi masyarakat, tidak harus untuk menakut-nakuti dengan peluru ini tadi pagi. Peluru ini yang bunyinya luar biasa. Sehingga masyarakat di sini merasa ketakutan. Anak-anak kecil yang masih sekolah, depresi semuanya. Hanya gara-gara peluru ini," kata pria tersebut.


 
Kesimpulan:
Klaim bahwa ada peristiwa penembakan oleh aparat terhadap masyarakat yang melakukan protes kegiatan tambang di Banyuwangi, Jawa Timur, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Ada Pengerukan Besar-besaran di Banyuwangi, Masyarakat yang Protes Ditembaki Aparat? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://www.mongabay.co.id/2020/01/26/kala-warga-banyuwangi-tolak-tambang-di-gunung-salakan/
https://www.youtube.com/watch?v=PMiuORVeTiU
https://archive.md/CfMsc
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

"Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini: https://bit.ly/2H42ayb
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan