Tangkapan layar berita palsu Foto:Whatsapp
Tangkapan layar berita palsu Foto:Whatsapp

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Status Resmi WhatsApp Curi Data Pribadi dan Akun Bank? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Whisnu Mardiansyah • 30 Januari 2021 07:00
Beredar sebuah narasi status resmi dari aplikasi WhatsApp adalah modus scammer untuk mencuri data pribadi dan akun bank penggunanya. Informasi ini beredar lewat pesan berantai. Berikut isi unggahan tersebut.

"Jangan tekan link hijau (status unggahan WhatsApp) itu. Kalau tekan, kemungkinan data account bank dan data pribadi akan dipindahkan," bunyi pesan berantai tersebut.


[Cek Fakta] Status Resmi WhatsApp Curi Data Pribadi dan Akun Bank? Ini Faktanya
 
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim status resmi whatsapp mencuri data pribadi dan akun bank adalah salah. Faktanya, status resmi whatsapp tersebut adalah informasi kepada pengguna jika whatsapp berkomitmen menjaga privasi penggunanya.
 
Dilansir kompas.com, baru-baru ini muncul status resmi WhatsApp yang terpampang saat pengguna membuka pertama kali. Ketika ktatus dibuka, ada empat slide status yang terpampang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
WhatsApp menuliskan bahwa WhatsApp akan membagikan informasi di Status, di mana pengguna akan memperoleh informasi dan pembaruan fitur baru langsung dari WhatsApp. "WhatsApp sekarang membagikan informasi di Status," tulis WhatsApp.
 
Status kedua. Pada status selanjutnya WhatsApp menulis bahwa mereka berkomitmen untuk menjaga privasi.
 
"Satu hal yang tidak baru adalah komitmen kami terhadap privasi Anda," tulis WhatsApp.
 
Status ketiga, WhatsApp menekankan kembali bahwa mereka akan tetap berkomitmen dengan perivasi pengguna.
 
"WhatsApp tidak dapat membaca atau mendengarkan percakapan pribadi Anda karena percakapan tersebut terenkripsi secara end-to-end," tulis WhatsApp seperti pernyataannya beberapa waktu lalu untuk menanggapi rumor terkait perubahan kebijakan privasi pengguna," tulis WhatsApp pada status ketiga.
 
"Nantikan informasi terbaru lainnya dari kami," demikian isi status keempat WhatsApp.
 
[Cek Fakta] Status Resmi WhatsApp Curi Data Pribadi dan Akun Bank? Ini Faktanya
 
Aplikasi yang bernaung di bawah facebook ini sempat menjadi polemik, karena meminta data penggunanya terintegrasi dengan facebook. Alasan ini yang membuat pengguna whatsapp ramai-ramai pindah ke aplikasi pesan lainnya seperti telegram dan signal.
 
Dilansir medcom.id, WhatsApp secara resmi mengumumkan kebijakan privasi baru pada awal bulan Januari 2021. Pembaruan kebijakan privasi baru ini menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
 
Karenanya, WhatsApp merilis penjelasan guna mengklarifikasi pertanyaan yang muncul di kalangan masyarakat tersebut. Kini, WhatsApp mengumumkan bahwa pihaknya memperpanjang waktu bagi pengguna untuk menerima pembaruan kebijakan privasi layanannya.
 
WhatsApp memutuskan untuk memberikan perpanjangan waktu bagi pengguna untuk meninjau dan menerima pembaruan ini hingga tanggal 15 Mei 2021 mendatang. Dengan demikian, WhatsApp memastikan bahwa tidak akan ada akun pengguna yang dihapus pada tanggal 8 Februari 2021.
 
Keputusan ini diambil WhatsApp karena pihaknya mengaku mendapati banyak pengguna yang merasa kebingungan karena pembaruan kebijakan privasi layanannya. Selain itu, WhatsApp juga mengaku mendapati banyak informasi yang beredar sehingga menimbulkan keresahan pada pengguna.
 
Selain itu dalam periode perpanjangan waktu penerimaan ini, WhatsApp mengaku akan terus berupaya meluruskan disinformasi yang beredar, agar penggunanya memahami dengan jelas terkait pembaruan kebijakan privasi tersebut.
 
WhatsApp kembali menegaskan bahwa kebijakan privasi baru pada layanannya tidak memengaruhi chat atau percakapan antar akun maupun grup pribadi penggunanya. Pembaruan kebijakan privasi ini hanya berlaku untuk percakapan dengan akun Bisnis yang menggunakan WhatsApp Business API dan memilih provider hosting di luar WhatsApp.
 
[Cek Fakta] Status Resmi WhatsApp Curi Data Pribadi dan Akun Bank? Ini Faktanya
 
Kesimpulan:
Klaim status resmi whatsapp mencuri data pribadi dan akun bank adalah salah. Faktanya, status resmi whatsapp tersebut adalah informasi kepada pengguna jika whatsapp berkomitmen menjaga privasi penggunanya.
 
Informasi ini jenis hoaks fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
[Cek Fakta] Status Resmi WhatsApp Curi Data Pribadi dan Akun Bank? Ini Faktanya
Referensi:
1.https://tekno.kompas.com/berita/19450067-status-resmi-whatsapp-dikabarkan-bisa-curi-rekening-bank-benar-atau-hoaks?page=all#page2
2.https://www.medcom.id/teknologi/news-teknologi/1bV2rjLb-whatsapp-tunda-penerapan-kebijakan-privasi-baru
 
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

 
"Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini: https://bit.ly/2H42ayb"

 

 
(WHS)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif