Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial

[Cek Fakta]

[Cek Fakta] Ketua Umum PBNU Sebut Jokowi Cucu Kandung Nabi Musa? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 17 Februari 2020 18:08
Beredar sebuah tangkapan layar pemberitaan bergambar Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj. Dari tangkapan layar itu tampak narasi bahwa kiai Said menyebut Presiden Jokowi cucu kandung Nabi Musa.
 
Adalah akun facebook Ali Ridho pada Kamis 13 Februari yang mengunggah tangkapan layar tersebut. Unggahan itu memancing respons ratusan warganet.
 

[Cek Fakta] Ketua Umum PBNU Sebut Jokowi Cucu Kandung Nabi Musa? Ini Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Terdiri dari 186 emotikon, 116 komentar dan dibagikan sebanyak 194 kali. Akun facebook Sinyo Leandro turut membagikan unggahan akun Ali Ridho tersebut di grup facebook RELAWAN ANIES SANDI FOR 2024-2029. Dari akun ini muncul respons warganet sebanyak 492 emotikon, 227 komentar dan dibagikan sebanyak 22 kali.
 

[Cek Fakta] Ketua Umum PBNU Sebut Jokowi Cucu Kandung Nabi Musa? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menyebut Presiden Jokowi merupakan cucu kandung Nabi Musa, adalah salah. Klaim ini tidak berdasar.
 
Kami menemukan foto di tangkapan layar itu identik dengan cuplikan tayangan program Newsmaker Medcom.id yang diunggah akun resmi media sosial Medcom.id pada7 Maret 2019. Di antaranya di akun facebook Medcom.id danakun Youtube Medcom id pada 7 Maret 2019.
 

[Cek Fakta] Ketua Umum PBNU Sebut Jokowi Cucu Kandung Nabi Musa? Ini Faktanya
 

Di antara pembahasan dalam episode tersebut adalah larangan memanggil kafir bagi Non-Muslim. Selain itu Said juga membahas bahtsul masail (diskusi para ahli dalam mencari solusi permasalahan yang ada di tengah masyarakat)yang pernah diputuskan NU.
 
Dari tayangan itu, Said memang sempat menyinggung kata 'cucu'. Namun ia sama sekali tidak menyebut bahwa Presiden Jokowi merupakan cucu Nabi Musa.
 
"Yang paling penting keputusan (Bahtsul Matsaail) tentang revolusi industri 4.0. Ini (sambil mengangkat telepon seluler), kalau saya atau pak Kohar (Abdul Kohar/Host Newsmaker Medcom.id) bisa mengendalikan diri. Bisa dipinggirkan dulu (ponselnya). Kalau cucu kita, tidak bisa lepas dari ini (ponsel). Ini luar biasa. Lama-lama kita kering. Kita bukan manusia lagi. Manusia tidak hadir di situ. Maka hilanglah arti kemanusiaan. Habluminannas rontok ambrol. Kita harus mengendalikan teknologi. Kita ini manusia. Kita jangan diperbudak oleh ini," terang Said.
 
Said meminta segenap tumpah darah Indonesia dapat mempertahankan budaya Indonesia. Itu sebagai langkah agar tidak diperbudak oleh teknologi atau revolusi industri.
 
"Nanti bisa-bisa kakak-adik, tidak kenal. Ini bisa mengganggu eksistensi manusianya. Karena dipengaruhi 100 persen oleh online. Bukannya kita menolak. Kemarin ada kiai yang sampai nangis membahas ini, mengingat generasi yang akan datang, cucu kita akan seperti apa? Karena betul-betul ini tantangan dan fitnah yang besar," tegas dia.
 

[Cek Fakta] Ketua Umum PBNU Sebut Jokowi Cucu Kandung Nabi Musa? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menyebut Presiden Jokowi merupakan cucu kandung Nabi Musa AS, adalah salah.
 
Informasi ini, jelas masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

Referensi:
https://www.youtube.com/watch?v=TKOXmOXaeqU&t=171s
 

Sumber:
1. https://www.facebook.com/ridho.ali.39589/posts/149873033137369
2.https://www.facebook.com/groups/follower.4.follower/permalink/604995686722082/
 

 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif