Akun facebook Hamdhan Yuafi membagikan narasi ini pada 9 Februari 2021. Narasi tersebut mencatut situs berita CNN Indonesia. Berikut narasi yang diunggah.
“KEMATIAN Ustadz MAHEER At-THUWAILIBI di Rutan POLRI Akibat SUNTIK VAKSIN
09 Februari 2021
Sejak di tangkap oleh pihak kepolisian dengan tuduhan pasal penghinaan, lalu di tahan tanpa proses sidang terlebih dahulu. Dan seminggu dalam tahanan Usradz Maheer at-Thuwailibi alami Sakit. Namun pihak Kepolisian bersikeras tidak memberi kesempatan untuk berobat di luar. Lalu sekitar jam 19.00 Wib malam Ustadz Maheer meninggal dunia. ada kecurigaan pihak pengacara keluarga, kematian Ustadz Maheer karena Suntik Vaksin. yang di paksakan, karena di tangan kiri terdapat lobang sobek akibat jarum Suntik akibat berontak. Rencananya pihak keluarga melalui pengacaranya akan melakukan Autopsi & Visum. Sedangkan pihak Kepolisian sampai hari ini belum memberikan penjelasan tentang kematian Ustadz Maheer ini.”
Penelusuran:Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim kematian Ustaz Maher At-Thuwailibi karena divaksin Covid-19 adalah salah. Faktanya, Ustaz Maheer meninggal karena sakit.
Dilansir dari medcom.id, Kepolisian mengumumkan kematian Ustaz Maaher At-Thuwailibi dikarenakan sakit yang sedang diderita. Namun, mereka enggan mengungkapkan penyakit yang diderita Maaher.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengungkapkan penyakit yang diderita terbilang sensitif. Karena itu, kepolisian tidak bisa sembarangan membuka sakit yang diderita Maaher.
"Saya tidak bisa menyampaikan sakitnya apa karena ini adalah sakit yang sensitif. Ini bisa berkaitan dengan nama baik keluarga almarhum," ujar Argo dalam konferensi pers Selasa, 9 Februari 2021.
Namun, teka-teki penyakit yang menyebabkan pendakwah kelahiran Medan, Sumatra Utara, ini meninggal terjawab. Kuasa hukum Maaher, Novel Bamukmin, menjelaskan bahwa pria bernama asli Soni Ernata tersebut meninggal karena mengalami sakit radang usus akut dan penyakit kulit karena alergi cuaca.
"Sakit radang usus akut dan penyakit kulit karena alergi cuaca dan penanganan medis yang buruk," ujar Novel.
![[Cek Fakta] Ustaz Maaher At-Thuwailibi Meninggal karena Disuntik Vaksin? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/0898989777.jpg)
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyelidiki penyebab meninggalnya ustaz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Eranata. Maaher meninggal dalam Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 8 Februari 2021.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan penyelidikan itu bukan terkait dugaan penyiksaan di dalam sel. Melainkan, dugaan lambatnya penanganan terhadap penyakit yang diderita Maaher.
"Kita cek (ke polisi) sakitnya apa, kenapa tidak segera mendapat perawatan, dan macam-macam. Jadi, bukan unsur penyiksaan," kata Ahmad di Tjikini Lima, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Februari 2021.
![[Cek Fakta] Ustaz Maaher At-Thuwailibi Meninggal karena Disuntik Vaksin? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202021-02-11%20at%2008_02_49(1).png)
Kesimpulan:
Klaim kematian Ustaz Maher At-Thuwailibi karena divaksin Covid-19 adalah salah. Faktanya, Ustaz Maheer meninggal karena sakit.
Informasi ini jenis hoaks fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
![[Cek Fakta] Ustaz Maaher At-Thuwailibi Meninggal karena Disuntik Vaksin? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/FABRICATED%20CONTENT(96).png)
Referensi:
1.https://www.medcom.id/nasional/hukum/xkEyJjZk-komnas-ham-selidiki-penyebab-meninggalnya-ustaz-maaher-at-thuwailibi
2.https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/nbwlR8xk-polisi-sebut-sensitif-ternyata-ini-penyakit-ustaz-maaher
3.https://archive.fo/8jycK
Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
"Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini: https://bit.ly/2H42ayb
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News