Dalam video berdurasi satu menit itu berisikan narasi sebagai betikut.
“UBAH NAGA JADI CACING, AYO SEGERA TARIK SEMUA UANG SIMPANAN DARI BANG ASING & ASENG & PEMERINTAH, SAMPAI KEDAULATAN RAKYAT MENANG MELAWAN KECURANGAN & KEZALIMAN, JANGAN BERIKAN UANG KITA HANYA UNTUK SEGELINTIR PEMODAL KAPITALIS YANG MERUSAK BANGSA DAN NEGARA …!!!”, SUDAH SAATNYA BANGSA INDONESIA BANGKIT MELAWAN KOMUNIS & KAPITALIS …!!!”, “AYO RAMAI-RAMAI SEGERA KE ATM & BANK TARIK SEMUA UANG KITA, AMBIL UANG & BELIKAN LOGAM EMAS SIMPAN DITEMPAT YG PALING AMAN, SEBELUM SITUASI SULIT DAN NANTI UANG TIDAK BISA DIAMBIL, AYO SEGERA TARIK SEMUA UANG KITA DARI BANK !!!, “AYO TARIK UANG”.
Akun Facebook atas nama Resmiati Resmiati mengunggah video ini pada 14 Juli 2020. Dalam unggahannya ia turut memberikan narasi. "Tanda tanya besar, ada apa? Butuh uang? Siapa yang butuh? Buat apa? Gantiin uang nasabah yang pada mau diambil? Atau mau dipindah ke LN, buat siap² kalau ada apa² ?*
*Wah, 5 Direksi BCA Ramai Jual Saham Rp.20M, Rp.25M, Ada Apa?*"
![[Cek Fakta] Ajakan Ramai-Ramai Tarik Simpanan Uang di Bank Sebelum Krisis? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/atm.jpg)
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran kami, klaim negara akan menghadapi krisis sehingga ramai-ramai mengajak tarik uang di bank adalah salah. Faktanya, informasi ini sudah dibantah langsung oleh otoritas jasa keuangan (OJK) sebagai informasi hoaks.
Dilansir dari Medcom.id, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat mewaspadai beredarnya informasi bohong (hoaks) di sosial media yang mengajak untuk melakukan penarikan dana di perbankan.
"OJK menyampaikan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah hoaks dan tidak benar," tegas Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu, 1 Juli 2020.
Berdasarkan data OJK hingga Mei 2020, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan masih dalam kondisi yang aman. Rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan sebesar 22,16 persen (di atas ketentuan).
Sementara hingga 17 Juni, rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK terpantau pada level 123,2 persen dan 26,2 persen, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.
"OJK telah melaporkan informasi hoaks ini kepada pihak Bareskrim Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk diusut dan ditindak sesuai ketentuan karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat," cetus Anto.
![[Cek Fakta] Ajakan Ramai-Ramai Tarik Simpanan Uang di Bank Sebelum Krisis? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/oye.jpg)
Masih dari Medcom.id, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Mei 2020 menjamin Rp3.320,06 triliun dana nasabah yang disimpan di perbankan di tengah tantangan perekonomian saat ini yang dipengaruhi pandemi covid-19.
"Kami akan terus berupaya menjalankan tugas bidang penjaminan dan resolusi bank efektif dan efisien untuk menjaga kepercayaan nasabah pada dana di bank," kata Anggota Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono dalam webinar di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 23 Juni 2020.
Sementara itu, Direkur Grup Riset LPS Iman Gunadi mengungkapkan jumlah simpanan yang dijamin itu mencapai 53,08 persen dari total simpanan rupiah dan valas pada Mei 2020, yang mencapai Rp6.158,72 triliun.
Informasi ini adalah video hoaks yang diunggah ulang. Sebelumnya, video serupa sudah disanggah oleh akun turnbackhoax.id dengan artikel berjudul "[SALAH] Ayo tarik uang rame2 ke ATM dan Bank”
![[Cek Fakta] Ajakan Ramai-Ramai Tarik Simpanan Uang di Bank Sebelum Krisis? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/ade.jpg)
Kesimpulan:
Klaim negara akan menghadapi krisis sehingga ramai-ramai mengajak tarik simpanan di bank adalah salah. Faktanya, informasi ini hoaks dan sudah dibantah langsung oleh otoritas jasa keuangan (OJK).
Informasi ini jenis hoaks Fabricated Content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
Referensi:
1.https://turnbackhoax.id/2020/07/01/salah-ayo-tarik-uang-rame2-ke-atm-dan-bank/?fbclid=IwAR1cV5QahHalnf3rj-zRKrr33D7Qbs2oUyiCKaj6atseehYLBVLED1Gubyk
2.https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/8koBQwlb-ojk-waspadai-hoaks-ajakan-penarikan-dana-bank
3.https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/nbwjR95N-lps-jamin-rp3-320-06-triliun-dana-nasabah-di-bank
4.https://archive.md/uqTPe
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News